JPMD Desak Kepolisian Usut Dugaan Malpraktek di RS Mitra Sejati

/ Selasa, 25 Maret 2025 / 06.56
Medan, TOPINFORMASI. COM
Kepolisian didesak untuk melanjutkan kasus dugaan malapraktik yang terjadi di RS Mitra Sejati Medan. Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung di Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Daerah (JPMD) melakukan demo ke kantor Polda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (24/3/2025).

Dalam orasinya, kordinator aksi, Samuel Hutasoit SH mengatakan bahwa ada tiga kasus dugaan malapraktik yang terjadi di RS Mitra Sejati Medan.

"Kami curiga dengan Polda Sumut, ada tiga laporan polisi. Tapi tidak ada yang ditindaklanjuti. Apakah dengan adanya perdamaian dan proses hukum tidak ditindaklanjuti. Atau jangan jangan ada konspirasi antara pihak kepolisian dengan RS Mitra Sejati," kata Semuel.

Mereka berharap agar Polda Sumut, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut untuk menindaklanjuti laporan E Sembiring sesuai dengan laporan LP: STTLP/B/303/III/2025 SPKT Polda Sumut. Dimana, kaki pasien berinisial J dipotong atau amputasi tanpa adanya izin dari pihak pasien ataupun keluarga pasien.

"Kami meminta agar kepolisian menindaklanjuti laporan ini. Kemarin juga ada korban dugaan malapraktik, balita meninggal dunia usia operasi bibir sumbing. Itu juga seharusnya ditindaklanjuti kepolisian meskipun ada perdamaian antara keluarga da. pihak RS," tegasnya.

Selain itu, massa juga mendesak Polda Sumut untuk menyelidiki dugaan kebocoran PAD Kota Medan karena RS Mitra Sejati diduga tak memiliki beberapa dokumen perizinan. Diantaranya Sertifikat Layak Fungsi, Limbah B3, Ipal.

"Artinya, Polda Sumut bisa menyelidiki dugaan kerugian negara dan pencemaran lingkungan," terangnya.

Massa juga membuat pengaduan masyarakat (Dumas) atas dugaan malapraktik yang terjadi di RS Mitra Sejati Medan maupun terkait dengan perizinan.

Perwakilan dari Polda Sumut yang menangani laporan E Sembiring bernama AKP Boyke Barus mengatakan proses hukum masih berjalan.

"Laporan masih berproses, kami akan memeriksa saksi dari korban atau pelapor. Sedangkan pihak rumah sakit dijadwalkan pemeriksaan hari ini. Termasuk dokter dan pihak manajemen," terangnya.

Selanjutnya, massa membubar diri dengan tertib dan teratur. Selanjutnya melakukan aksi di Kantor Walikota Medan.

Berita Terkait

Komentar Anda