Daerah

Lapas Tanjung Balai Asahan Kukuhkan SATOPS PATNAL, Perkuat Komitmen Zero Halinar

33
×

Lapas Tanjung Balai Asahan Kukuhkan SATOPS PATNAL, Perkuat Komitmen Zero Halinar

Sebarkan artikel ini

Lapas Tanjung Balai Asahan Kukuhkan SATOPS PATNAL, Perkuat Komitmen Zero Halinar

Tanjungbalai ,TOPINFORMASI.COM- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai Asahan menggelar upacara pembentukan Satuan Operasi Pengamanan dan Penanggulangan (SATOPS PATNAL) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pemasyarakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan serta penegakan disiplin di lingkungan lapas. Pembentukan SATOPS PATNAL merupakan tindak lanjut arahan dari Direktorat Pengamanan dan Intelijen serta Direktorat Kepatuhan Internal.

Upacara pengukuhan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Refin Tua Simanullang. Dalam kesempatan itu, sejumlah pegawai resmi dikukuhkan sebagai anggota SATOPS PATNAL, yakni Muhammad Joni, Fahmi Mujahid Ahda, Josua Ignatius Manik, dan Dewi Agustina Haloho.

Dalam amanatnya, Refin menegaskan bahwa pembentukan SATOPS PATNAL merupakan wujud nyata komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

“SATOPS PATNAL harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah institusi pemasyarakatan. Tidak ada toleransi terhadap handphone ilegal, pungli, dan narkoba di dalam lapas. Kita harus mewujudkan Zero Halinar secara konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh pejabat struktural serta seluruh jajaran pegawai sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan sistem pengamanan di dalam lapas.

Kalapas juga menekankan pentingnya sinergi dan integritas seluruh petugas dalam menjalankan tugas.

“Kunci keberhasilan kita ada pada integritas dan kepedulian bersama. Deteksi dini harus terus ditingkatkan, dan setiap petugas harus berani bertindak tegas sesuai aturan,” tambahnya.

Dengan dikukuhkannya SATOPS PATNAL, Lapas Tanjung Balai Asahan semakin menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba), sekaligus meningkatkan efektivitas deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta memperkuat budaya integritas dan profesionalisme menuju sistem pemasyarakatan yang bersih dan berkeadilan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *