Ekonomi & BisnisIlmu Pengetahuan, Inovasi & TeknologiInternasional

Rupiah Melemah ke Rp17.064 per Dolar AS, Dipicu Kekhawatiran Konflik Timur Tengah

16
×

Rupiah Melemah ke Rp17.064 per Dolar AS, Dipicu Kekhawatiran Konflik Timur Tengah

Sebarkan artikel ini

Rupiah Melemah ke Rp17.064 per Dolar AS, Dipicu Kekhawatiran Konflik Timur Tengah

JAKARTA,TOPINFORMASI.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi tercatat melemah sebesar 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.064 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.035 per dolar AS.

Pelemahan mata uang Garuda ini dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut sentimen negatif tersebut dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali mengancam akan melakukan serangan terhadap infrastruktur vital Iran.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran,” ujar Lukman, Selasa.

Menurutnya, pernyataan tersebut semakin meningkatkan ketidakpastian global. Sebelumnya, Trump juga sempat memperingatkan bahwa militer AS mampu melumpuhkan Iran dalam waktu singkat apabila ketegangan tidak mereda.

Selain itu, Trump juga mengungkapkan kemungkinan penghancuran sejumlah infrastruktur penting Iran, mulai dari pembangkit listrik, sumur minyak, hingga fasilitas strategis lainnya jika kesepakatan damai tidak tercapai dan jalur pelayaran vital tidak kembali dibuka.

Di sisi lain, Iran menolak gagasan gencatan senjata. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa Teheran hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata apabila terdapat jaminan kuat untuk mencegah konflik serupa terulang.

Meski demikian, Lukman menilai posisi rupiah yang saat ini berada di atas level Rp17.000 per dolar AS masih tergolong wajar dan belum memberikan tekanan signifikan terhadap pasar keuangan domestik.

“Namun, Bank Indonesia perlu terus menjaga volatilitas dan tidak membiarkan rupiah melemah terlalu jauh,” katanya.

Berdasarkan kondisi terkini, pergerakan rupiah diperkirakan akan berada pada kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *