BerandaLifestyleBanjir Meluas di Aceh Tamiang, 30 Rumah di Simpang Kiri Terendam, Warga...

Banjir Meluas di Aceh Tamiang, 30 Rumah di Simpang Kiri Terendam, Warga Mulai Mengungsi

ACEH TAMIANG, TOPINFORMASI.COM — Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang sejak Sabtu (10/10/2026) malam mengakibatkan banjir di sejumlah desa. Hingga Minggu (11/10/2026), air dilaporkan mulai memasuki permukiman warga di beberapa kecamatan, sementara petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak.

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, dan Bendahara. Laporan juga mencatat kondisi kenaikan air di Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu.

Di Kecamatan Tenggulun, Desa Simpang Kiri menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup serius. Air dilaporkan terus bertambah dan mulai memasuki rumah warga. Sedikitnya 30 rumah telah terendam dengan ketinggian air di kawasan permukiman sekitar 20 sentimeter.

Dalam laporan tersebut, dua kepala keluarga (KK) dilaporkan telah mengungsi, sedangkan sebagian warga lainnya mulai memasang tenda untuk mengantisipasi kenaikan air. Sementara itu, di Desa Tenggulun, air masih menggenangi pekarangan rumah warga.

Banjir juga mulai menggenangi permukiman di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Adapun di Desa Tanjung Karang, air dilaporkan telah memasuki area Pesantren Darul Mukhlisin, meski belum ada laporan mengenai permukiman warga yang tergenang.

Tanggul Sungai Putus, Air Genangi Permukiman

Di Kecamatan Bendahara, Desa Marlempang turut terdampak banjir. Air mulai menggenangi permukiman warga yang diduga berkaitan dengan putusnya tanggul sungai sepanjang kurang lebih 15 meter.

Sementara itu, di Desa Alur Selebu, Kecamatan Kejuruan Muda, kondisi air dilaporkan masih bertahan dan belum ada warga yang mengungsi. Di Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, air juga dilaporkan belum memasuki rumah warga.

BPBD dan Tim Gabungan Lakukan Pemantauan

Menindaklanjuti laporan masyarakat dan perangkat desa, petugas piket BPBD Kabupaten Aceh Tamiang bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Satuan Tugas SAR bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan observasi dan pemantauan kondisi banjir.

Upaya yang dilakukan meliputi persiapan personel dan peralatan di workshop BPBD, pemantauan perkembangan kondisi air, pendataan wilayah terdampak, observasi lapangan, serta penyampaian laporan secara berkala.

Hingga laporan sementara tersebut disusun, jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan. Petugas juga terus memantau perkembangan situasi di sejumlah desa terdampak untuk mengetahui perubahan ketinggian air dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Warga Diminta Tetap Waspada

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang bermukim di sekitar aliran sungai dan wilayah yang berpotensi mengalami kenaikan debit air.

Warga diharapkan segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Tamiang tersebut merupakan laporan sementara. Perkembangan jumlah warga terdampak, pengungsi, kerusakan, dan kondisi banjir masih menunggu pembaruan dari petugas.

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments