Mataram, TOPINFORMASI.COM- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat masa khidmat 2025–2030. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya prinsip yanfa’unnaas atau memberi manfaat bagi sesama sebagai landasan utama pengabdian.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Islam Negeri Mataram itu dihadiri sejumlah tokoh penting daerah dan nasional. Dalam sambutannya, Nusron mengajak para ulama untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi umat manusia akan bertahan di muka bumi. Karena itu, melalui MUI, mari kita bersama-sama berikhtiar dan berkhidmat untuk menghadirkan kebermanfaatan di bidang masing-masing,” ujarnya.
Menurut Nusron, prinsip kebermanfaatan merupakan ciri utama seorang ulama yang tercermin dari dedikasi waktu, tenaga, pikiran, hingga harta untuk kemaslahatan umat. Ia pun mendorong MUI agar mengambil peran strategis melalui kontribusi konkret di berbagai sektor kehidupan.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah bidang pengabdian yang dapat menjadi fokus, di antaranya penguatan kehidupan beragama, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan pendidikan Islam yang berkualitas. Selain itu, pembinaan moral, pendampingan umat dalam berbagai fase kehidupan, hingga penguatan nilai spiritual juga dinilai penting.
Di sektor ekonomi, Nusron menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata mencapai 5 persen per tahun, namun belum merata dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai MUI perlu berperan dalam mencetak kader ekonomi umat.
“Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dinikmati secara merata. Karena itu, MUI tidak hanya fokus pada kader fikih, tetapi juga harus menyiapkan kader di bidang ekonomi umat,” tegasnya.
Sementara itu, di bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam dengan memperkuat bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) agar seimbang dengan ilmu keagamaan.
Mengusung tema “Sinergi Ulama dan Umara Menjaga NKRI dari NTB”, Nusron berharap kolaborasi antara ulama dan pemerintah dapat memperkuat pembangunan bangsa, khususnya dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.
Dalam kegiatan tersebut, pengukuhan ditandai dengan pembacaan surat keputusan oleh pimpinan MUI NTB, Subhan Abdullah Acim, serta pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Masduki Baidlowi. Adapun Ketua Umum MUI NTB yang dikukuhkan adalah TGH Badrun beserta jajaran pengurus lainnya.
Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI Komisi II Fauzan Khalid, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta Rektor UIN Mataram Masnun Tahir dan unsur Forkopimda NTB.
Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.












