Berita Utama & HeadlineNasionalPeristiwa

Hujan Deras Putuskan Jembatan Darurat di Aceh, Lima Desa Kembali Terisolasi

15
×

Hujan Deras Putuskan Jembatan Darurat di Aceh, Lima Desa Kembali Terisolasi

Sebarkan artikel ini

Hujan Deras Putuskan Jembatan Darurat di Aceh, Lima Desa Kembali Terisolasi

ACEH,TOPINFORMASI.COM  – Dua jembatan darurat yang sebelumnya dibangun pascabanjir dan longsor di wilayah Aceh kembali terputus akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Peristiwa ini menyebabkan lima desa kembali terisolasi dari akses utama.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Bahron Bakti, menjelaskan bahwa jembatan ambruk setelah debit air meningkat drastis menyusul hujan deras yang terjadi sejak sore hari.

“Hujan deras sejak sore mengakibatkan terjadinya banjir sehingga jembatan darurat yang dibangun beberapa waktu lalu saat bencana hidrometeorologi ambruk,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Dua jembatan yang putus tersebut masing-masing berada di Desa Bur Lah, Kecamatan Ketol, serta Kampung Terang Engon, Kecamatan Silih Nara. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Akibat terputusnya jembatan, empat kampung di Kecamatan Ketol dan satu desa di Kecamatan Silih Nara kini kembali terisolasi. Warga kesulitan mengakses jalur transportasi utama untuk aktivitas sehari-hari maupun distribusi logistik.

Pemerintah setempat telah bergerak cepat dengan mengerahkan dua alat berat ke lokasi guna membuka kembali akses yang terputus. Namun, upaya penanganan masih terkendala kondisi cuaca.

“Saat ini hujan deras masih terjadi dan debit air masih sangat deras,” kata Bahron.

Sementara itu, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Hujan deras menyebabkan Sungai Wih Porak di Kecamatan Pintu Rime Gayo meluap hingga mengakibatkan akses jalan penghubung Bireuen–Bener Meriah terputus total.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Aceh masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *