Hukum & Kriminal

Maraknya Aksi Pencurian di Kelurahan Lima Puluh, Kinerja Polres Batubara Disorot

14
×

Maraknya Aksi Pencurian di Kelurahan Lima Puluh, Kinerja Polres Batubara Disorot

Sebarkan artikel ini

Maraknya Aksi Pencurian di Kelurahan Lima Puluh, Kinerja Polres Batubara Disorot

Batubara,Topinformasi.com – Maraknya aksi pencurian di Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, menuai sorotan dari tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai tindak kriminal tersebut terjadi secara masif dan meresahkan warga di ibu kota Kabupaten Batubara.

Tokoh masyarakat Zen dan Tua Raja Hutasuhut mengungkapkan, sejak awal Januari hingga Februari 2026 sedikitnya telah terjadi 16 kasus pencurian.

“Sepanjang Januari–Februari 2026 tercatat sedikitnya 16 rumah menjadi sasaran aksi pencurian,” beber Zen yang diaminkan Tua Raja Hutasuhut, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan penelusuran keduanya, dari 16 rumah yang menjadi korban, di antaranya rumah Togar Sitinjak yang kehilangan sepeda motor saat diparkir di lapangan bola kaki ringroad dan telah membuat laporan ke Polres Batu Bara.

Selain itu, P. Butar-Butar (purnawirawan Polri) warga Lingkungan V Kelurahan Lima Puluh Kota, Charles selaku Ketua PBB Kecamatan Lima Puluh (kebongkaran warung), Karidin Sianipar yang kehilangan sepeda motor, serta rumah makan Padang di Lingkungan VI yang mengalami kebongkaran.

Kasus lainnya menimpa Ferdinand Nainggolan (kehilangan baterai mobil), H. Budianto (kehilangan mesin genset), Asna Br. Silalahi (kehilangan 4 tabung gas elpiji), hingga Supriadi, seorang wartawan, yang mengalami kebongkaran rumah dan kehilangan laptop, surat tanah/rumah, mesin refleksi, peralatan salon, dan jemuran aluminium.

Informasi yang dihimpun juga menyebutkan aksi pencurian terjadi di Indomaret, ruko milik Manurung, Adi Kaca, rumah kosong milik Nababan, RM Minang, kos-kosan Tobing, hingga Kantor Camat Lima Puluh.

Warga Minta Ketegasan Aparat

Terkait maraknya aksi pencurian tersebut, Zen meminta ketegasan pihak kepolisian, khususnya Satreskrim Polres Batu Bara untuk segera mengungkap kasus-kasus tersebut.

“Jangan tunggu ada yang kemalingan baru sibuk melakukan penyelidikan,” tandasnya.

Terpisah, Kanit Resum Satreskrim Polres Batubara, Ipda Ade Sundoko Masry, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya menerima tiga laporan polisi (LP), dan satu di antaranya telah berhasil diungkap.

“Iya ada tiga LP, satu LP sudah diungkap, yaitu pencurian rumah makan di Blok 8. Tersangkanya satu orang berinisial AS sudah diamankan. Sedangkan dua LP lainnya masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Minim Laporan, Warga Enggan Mengadu

Terkait perbedaan jumlah laporan dengan banyaknya kejadian di lapangan, sejumlah warga mengaku enggan melapor karena merasa pesimis barang yang hilang dapat kembali.

“Percuma melapor karena apa yang hilang tidak akan kembali. Belum lagi kita letih dipanggil berulang-ulang,” ujar seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat dan mendorong harapan agar aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli serta respons cepat demi menciptakan rasa aman di wilayah Kelurahan Lima Puluh Kota.

(dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *