TEBINGTINGGI ,Topinformasi.com – Budi Santoso melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (27/02/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1447 H.
Kedatangan Mendag di Pasar Gambir sekitar pukul 10.30 WIB disambut Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih, serta jajaran Forkopimda Kota Tebing Tinggi.
Di Pasar Gambir, rombongan meninjau langsung harga kebutuhan pokok yang dijual pedagang sekaligus memastikan ketersediaan sembako selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya.
Mendag Budi Santoso memantau penjualan Minyakita, beras bersubsidi SPHP, telur, cabai, bawang merah dan putih, gula, tepung, hingga daging sapi. Ia juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendengar kondisi harga di lapangan.
“Selama bulan Ramadan harga normal saja. Soal harga tidak ada kenaikan yang tinggi, semua normal aja,” ujar Mangatur Silitonga, salah seorang pedagang sayur di Pasar Gambir.
Di sela kunjungan, Mendag turut membagikan beras dan Minyakita yang disediakan oleh Toko Sembako AJ kepada warga sekitar dan pedagang.
Pantau Pasar Modern dan Rantai Pasok
Usai dari Pasar Gambir, rombongan melanjutkan peninjauan ke Irian Supermarket untuk membandingkan harga serta mengecek stok bahan pokok pada pasar modern.
Budi Santoso menyampaikan bahwa rantai pasok sembako di Kota Tebing Tinggi dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala berarti.
“Semua harga-harga kebutuhan pokok di sini relatif stabil, pasokan juga stabil dan kita bandingkan di pasar maupun di supermarket, harga-harga juga relatif sama,” kata Mendag Budi.
Ia memastikan ketersediaan bahan pokok terjamin hingga perayaan Idul Fitri 1447 H.
Resmikan Pasar dan Lepas Ekspor
Setelah peninjauan harga, Mendag juga mengunjungi Pusat Konveksi Pasar Kain sekaligus meresmikan Pasar Baru. Selain itu, dilakukan pelepasan ekspor pisang kepok keling ke Malaysia di depan Pasar Gambir, Jalan Letjend MT Haryono.
Kota Tebing Tinggi sendiri merupakan daerah dengan luas wilayah 38,44 km² yang terbagi dalam 5 kecamatan dan 35 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 180.000 jiwa. Kota ini diapit oleh Kabupaten Serdang Bedagai, Batubara, dan Simalungun, sehingga menjadi pusat perdagangan dan pendidikan bagi masyarakat di wilayah sekitarnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.












