Medan, TOPINFORMASI.COM- Kesucian bulan Ramadan kembali ternodai oleh dugaan praktik perjudian sabung ayam yang beroperasi secara terang-terangan di kawasan Gang Bunga, Pasar 4 Marelan. Aktivitas ilegal tersebut dilaporkan tetap berjalan bebas tanpa tersentuh hukum, bahkan di tengah suasana ibadah umat Muslim.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arena perjudian tersebut diduga dikelola oleh seorang pria berinisial Wan alias Di. Kegiatan ini disebut telah berlangsung cukup lama dan terorganisir dengan baik.
Beroperasi Rutin di Akhir Pekan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, praktik sabung ayam ini memiliki jadwal rutin, yakni setiap hari Sabtu dan Minggu. Kerumunan penjudi yang datang setiap akhir pekan dinilai meresahkan warga sekitar, terlebih di bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah.
“Sangat ironis melihat aktivitas ilegal seperti ini justru dibiarkan beroperasi di bulan Ramadan. Ini jelas mengganggu kenyamanan masyarakat,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan untuk Aparat Penegak Hukum
Bebasnya aktivitas perjudian tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait kinerja aparat penegak hukum. Warga menilai sulit dipercaya jika praktik yang mengundang keramaian secara rutin ini tidak terdeteksi oleh pihak kepolisian setempat.
Situasi ini dinilai tidak hanya mencoreng wibawa institusi penegak hukum, tetapi juga melukai perasaan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Desakan Penindakan Tegas
Masyarakat mendesak aparat kepolisian, baik di tingkat Polsek maupun Polres, untuk segera mengambil tindakan tegas dengan membongkar dan menutup permanen arena judi tersebut. Penindakan diharapkan dilakukan tanpa pandang bulu terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Warga juga berharap tidak ada pembiaran yang berpotensi menimbulkan asumsi negatif terkait adanya keterlibatan oknum tertentu dalam aktivitas ilegal tersebut.
Upaya Konfirmasi
Terkait dugaan praktik perjudian ini, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian, termasuk Wakapolres Pelabuhan Belawan, Dedy Dharma. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi.












