Uncategorized

Satreskrim Polres Batubara Dalami Kasus Dugaan MarkUp Proyek Pojok Baca Digital Desa 

18
×

Satreskrim Polres Batubara Dalami Kasus Dugaan MarkUp Proyek Pojok Baca Digital Desa 

Sebarkan artikel ini

Satreskrim Polres Batubara Dalami Kasus Dugaan MarkUp Proyek Pojok Baca Digital Desa 

Batubara [Topinformasi-Terkait dugaan MarkUp pembangunan Pojok Baca Digital Desa di 141 Desa se-Kabupaten Batubara berimbas ketidaknyamanan seluruh Kepala Desa akibat dipanggil oleh penyidik Tipikor Polres Batubara.

 

Menurut salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Air Putih yang terkonfirmasi Kamis 12/3/2026 menyebutkan, terkait pojok baca, “iya sudah banyak yang di periksa di Polres Batubara”, Kecamatan Medang Deras hampir semua Kepala Desa sudah di periksa”, ujarnya.

 

“Pemeriksaan itu terus berjalan, saat ini giliran Kepala Desa Kecamatan Laut Tador, Kecamatan Sai Suka, dan Kepada Desa Kecamatan Lima Puluh sebagian juga sudah ada yang di periksa”,ketusnya.

 

Dikonfirmasi terkait regulasi pengadaan pojok baca tersebut, ia menyebut “berdasarkan Perbub nomor 721/DPMD/2025 tentang Pedoman Pelaksanaan BKK.

 

Kasat Reskrim Polres Batubara, AKP Masagus Zailani Dwiputra saat di konfirmasi Kamis 12/3/2026 menyebutkan, “terkait dugaan-dugaan pengadaan pojok baca, itu sedang berproses, dan sedang berjalan”.

 

Saat ini Satreskrim tengah melakukan pendalaman, dan telah memanggil beberapa Kepala Desa dari masing-masing Kecamatan untuk di ambil keterangannya sebagai sampel”. Dan kita terus berkoordinasi dengan Inspektorat dan menunggu hasil audit”, ucap Masagus.

 

Sekedar di ketahui, “pembangunan Pojok Baca Digital Desa sumber Bantuan Keuangan Khusus (BKK) TA 2025 sebesar Rp 2.115.000.000 atau setara Rp 15.000.000 per Desa tersebut dikerjakan CV Asia Global Mandiri”.

 

Ironisnya, proyek pojok baca digital desa ini dikerjakan ditengah efisiensi anggaran skala nasional, dan diduga tidak sesuai Perpres nomor 46 tahun 2025 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta petunjuk Peraturan Bupati Batubara nomor 39 tahun 2025 tentang percepatan pembangunan desa”.

 

Sedangkan material Pojok Baca Digital Desa tersebut hanya berbentuk sekat dinding kaca yang di bingkai dengan VVC dengan volume panjang 5 meter tinggi 1 setengah meter”.

 

Selain itu, diduga kuat ada dana tambahan pendukung sebesar Rp 5 – 10. 000.000. (dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *