Berita Utama & HeadlineHukum & KriminalNasionalPeristiwa

TNI Serahkan Jabatan Kepala BAIS Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

20
×

TNI Serahkan Jabatan Kepala BAIS Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Sebarkan artikel ini

TNI Serahkan Jabatan Kepala BAIS Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

JAKARTA,TOPINFORMASI.COM  – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) di tengah mencuatnya kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa penyerahan jabatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi atas kasus yang tengah disorot publik.

“Baik terima kasih, jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS,” ujar Aulia dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

Namun, saat ditanya apakah penyerahan jabatan itu berarti pencopotan terhadap Yudi Abrimantyo, Aulia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia juga tidak mengungkapkan siapa sosok pengganti Kepala BAIS yang baru.

Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada Panglima TNI Agus Subiyanto maupun Letjen TNI Yudi Abrimantyo belum mendapatkan respons.

Sementara itu, penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terus berjalan. Pusat Polisi Militer TNI sebelumnya telah mengumumkan penahanan empat prajurit BAIS TNI yang diduga terlibat dalam aksi tersebut pada 18 Maret 2026.

Keempat prajurit tersebut masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Mereka berasal dari unsur TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, dan telah dipindahkan ke Pomdam Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari empat tersangka, dua di antaranya diduga berperan sebagai eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Meski demikian, Puspom TNI belum mengungkap secara rinci terkait peran masing-masing tersangka, motif, maupun kronologi lengkap kejadian. Aparat militer juga menegaskan masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain atau dalang di balik aksi kekerasan tersebut.

TNI pun meminta publik untuk menunggu hasil penyidikan yang tengah berlangsung, sembari memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *