DaerahHukum & KriminalLingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Semakin Kurang Ajar, Bandar Sabu di Pancur Batu Transaksi Lewat Jendela hingga Samping Mesjid

10
×

Semakin Kurang Ajar, Bandar Sabu di Pancur Batu Transaksi Lewat Jendela hingga Samping Mesjid

Sebarkan artikel ini

Semakin Kurang Ajar, Bandar Sabu di Pancur Batu Transaksi Lewat Jendela hingga Samping Mesjid

TOPINFORMASI – Pancur Batu — Keresahan warga Kampung Tengah, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, kian memuncak. Usai lolos dari penyisiran petugas Polsek Pancur Batu pada Senin malam (2/3/2026) lalu, dua terduga bandar narkoba berinisial O alias Ngat dan SA alias Leh bukannya tiarap, melainkan semakin “licin” dalam menjalankan bisnis gelapnya.

Berdasarkan pantauan dan laporan terbaru masyarakat, kedua pelaku kini mengubah taktik agar tidak mudah digerebek oleh aparat kepolisian. Jika sebelumnya mereka disebut leluasa beroperasi di sekitar area kuburan Kampung Sampak Kuning dan simpang empat, kini keduanya diduga menerapkan sistem mobile atau berpindah-pindah tempat saat bertransaksi.

Strategi berpindah lapak hingga transaksi secara sembunyi-sembunyi ini diduga dilakukan untuk mengecoh petugas sekaligus memastikan peredaran narkotika tetap berjalan. Warga mencatat sejumlah titik baru yang diduga kerap dijadikan lokasi transaksi oleh jaringan tersebut.

Salah satu warga bermarga Sembiring yang meminta identitas lengkapnya dirahasiakan mengungkapkan, para pelaku kini semakin berani menjalankan aksinya, bahkan di sekitar tempat ibadah.

“Mereka ini semakin pintar tapi semakin tidak ada otaknya. Masa di dekat Mesjid Pasar Pancur Batu pun mereka berani transaksi. Kadang nongkrong di kedai tuak Pokok Manggis, kadang dari dalam rumah lewat jendela saja ngasih barangnya,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Senin (9/6/2026).

Menurutnya, dalam beberapa kasus transaksi dilakukan secara cepat melalui celah jendela rumah. Pembeli hanya menyerahkan uang dari luar, lalu barang diduga sabu diberikan dari dalam rumah tanpa perlu bertatap muka lama.

Warga menilai pola tersebut sengaja dilakukan untuk menghindari pantauan aparat di area terbuka. Selain itu, para pelaku disebut kerap berpindah lokasi sehingga menyulitkan petugas melakukan penindakan.

“Kalau aparat cuma datang menyisir pakai seragam, sampai kapan pun mereka tidak akan tertangkap karena sudah kabur duluan,” keluhnya.

Warga Tunggu Taktik Jitu Polisi

Taktik berpindah-pindah tempat dan memanfaatkan celah permukiman warga membuat masyarakat semakin pesimis jika aparat hanya mengandalkan patroli terbuka. Keberanian pelaku yang diduga melakukan transaksi hingga di sekitar rumah ibadah dinilai telah meresahkan sekaligus menantang wibawa penegak hukum.

Masyarakat pun mendesak Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi SH dan Kanit Reskrim Iptu Rudi Salam Tarigan untuk segera mengubah strategi dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Warga berharap kepolisian dapat menerjunkan tim intelijen atau petugas berpakaian preman guna melakukan penyergapan langsung di titik-titik transaksi sebelum para pelaku sempat melarikan diri atau memindahkan lokasi.

Publik kini menunggu langkah nyata aparat kepolisian untuk membuktikan keseriusan dalam memberantas peredaran narkoba di kawasan Pancur Batu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perubahan modus operandi para pelaku.

Selain kepolisian, warga juga menyoroti peran perangkat desa serta aparat teritorial setempat yang dinilai perlu ikut turun tangan mengatasi keresahan masyarakat.

Demi menjaga keberimbangan informasi, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada sejumlah pemangku kepentingan di wilayah tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, Danramil 0201-14/PB Kapten Arm Eddy Hutabarat SH MH, Kepala Desa Kampung Tengah Ebenezer Pelawi, serta Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi SH belum memberikan tanggapan resmi.

Teks Foto:

Diduga semakin berani, bandar sabu di Pancur Batu melakukan transaksi secara sembunyi-sembunyi melalui jendela rumah hingga di sekitar Mesjid Pasar Pancur Batu, Senin (9/6/2026).

TIM REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *