PEMATANGSIANTAR,TOPINFORMASI.COM
Kebakaran hebat kembali melanda Pasar Dwikora Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Kamis (18/6/2026) dini hari. Sedikitnya 311 kios hangus dilalap si jago merah dalam peristiwa yang mengguncang salah satu pusat perdagangan terbesar di kota tersebut.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp3,6 miliar. Hingga kini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti munculnya api.
Ratusan kios yang terbakar ditempati berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kain, sembako, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Dalam hitungan jam, barang dagangan yang selama ini menjadi sumber penghidupan para pedagang berubah menjadi puing-puing dan abu.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran yang pernah terjadi di Pasar Dwikora Parluasan. Berdasarkan catatan, kebakaran kali ini merupakan insiden keempat yang melanda kawasan pasar tradisional tersebut.
Pasar Dwikora Parluasan merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kota Pematangsiantar yang memiliki sekitar 2.125 kios. Bersama Pasar Horas, kawasan perdagangan tersebut dikelola oleh PD Pasar Horas Jaya.
Suasana duka dan kepanikan masih terlihat di lokasi kejadian saat para pedagang mendatangi kios mereka yang telah hangus terbakar. Banyak di antara mereka hanya bisa menyaksikan sisa-sisa bangunan yang tidak lagi dapat diselamatkan.
Salah seorang pedagang sembako, Boru Garingging, mengaku mengetahui peristiwa kebakaran dari tetangganya sekitar pukul 05.00 WIB. Mendengar kabar tersebut, ia langsung menuju pasar.
“Pagi-pagi saya dibangunkan tetangga. Katanya pajak terbakar. Saya langsung berangkat, tapi begitu sampai semuanya sudah habis,” ujarnya dengan nada sedih.
Ia mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat musibah tersebut. Sebagian besar stok dagangan serta fasilitas usaha miliknya tidak sempat diselamatkan.
“Kalau kerugian saya ratusan juta rupiah. Sekarang kami hanya bisa membersihkan sisa-sisanya dulu. Nanti baru berusaha bangkit kembali. Dulu saat kebakaran sebelumnya, kami juga membangun kembali dengan kemampuan sendiri,” katanya.
Boru Garingging juga menyoroti lambatnya penanganan kebakaran sehingga api terus membesar dan merembet ke ratusan kios lainnya.
Di tengah kondisi sulit yang dihadapi para pedagang, ia berharap Pemerintah Kota Pematangsiantar dapat memberikan perhatian dan bantuan, setidaknya untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sementara para korban yang kehilangan mata pencaharian.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi, mengatakan langkah penanganan pascakebakaran, termasuk rencana pembangunan kembali kios-kios yang terdampak, masih akan dibahas bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar.
“Untuk pembangunan kembali, nantinya akan dirapatkan terlebih dahulu bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
Saat ini, fokus utama pemerintah dan pengelola pasar adalah melakukan pendataan terhadap kios yang terdampak serta membantu proses pembersihan lokasi. Para pedagang berharap tragedi yang berulang kali terjadi di Pasar Parluasan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan mitigasi kebakaran di kawasan pasar tradisional tersebut.
(Red)



