Jakarta,TOPINFORMASI.COM
Kinerja PT PLN (Persero) di bawah kepemimpinan Direktur Utama Darmawan Prasodjo menuai kritik tajam dari sejumlah pihak. Pengamat energi Yudhistira menilai kondisi keandalan sistem kelistrikan nasional dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dan menjadi salah satu yang terburuk dalam dua dekade terakhir.
Menurut Yudhistira, penilaian tersebut didasarkan pada telaah terhadap laporan tahunan PLN, pembahasan di Komisi VII DPR RI, kajian Asian Development Bank (ADB), audit independen, serta data historis periode 2006–2026.
Ia menyebut indikator keandalan pasokan listrik, frekuensi gangguan, serta durasi pemadaman menunjukkan tren yang memburuk dibandingkan periode sebelumnya.
“Kesimpulan kami menunjukkan bahwa kinerja keandalan sistem kelistrikan mengalami penurunan signifikan. Klaim keberhasilan yang disampaikan perusahaan perlu dikaji kembali karena terdapat dugaan perubahan metode pencatatan gangguan dan pengecualian sejumlah kejadian pemadaman besar dari perhitungan statistik,” kata Yudhistira dalam keterangannya.
Yudhistira juga menyoroti sejumlah kejadian pemadaman yang terjadi di wilayah Jawa dan Bali yang dinilai berdampak pada aktivitas masyarakat dan perekonomian.
“Pemadaman bergilir di Jawa dan gangguan berulang di Bali telah menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak kecil serta mengganggu kehidupan jutaan masyarakat, sementara di sisi lain perusahaan mencatatkan keuntungan finansial yang cukup besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai evaluasi terhadap kinerja PLN seharusnya tidak hanya berpatokan pada capaian keuangan perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh pelanggan.
“Sudah saatnya kinerja PLN dinilai berdasarkan kenyataan yang dirasakan rakyat, bukan hanya angka-angka dalam laporan administrasi,” tambahnya.
Yudhistira mengatakan kajian yang disusunnya menggunakan data historis sepanjang 2006–2026, verifikasi silang antar sumber, serta fakta kejadian di lapangan. Ia menegaskan laporan tersebut disusun secara independen dan ditujukan sebagai bahan masukan bagi masyarakat maupun pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak PLN maupun Direktur Utama Darmawan Prasodjo terkait pernyataan dan hasil kajian yang disampaikan Yudhistira tersebut.



