Hampir Sepekan Padam Listrik Bergilir di Kalimantan, Kornas Re-LUN Desak PLN Lebih Transparan

JAKARTA ,TOPINFORMASI.COM

Pemadaman listrik bergilir dilaporkan masih terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan dan telah berlangsung hampir sepekan sejak Senin (22/6/2026). Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat serta desakan agar PT PLN (Persero) memberikan penjelasan yang lebih terbuka terkait penyebab gangguan sistem kelistrikan.

Sejumlah daerah yang terdampak pemadaman disebut berada di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya, serta beberapa kawasan di Kalimantan Timur.

Berdasarkan informasi yang beredar kepada masyarakat, pemadaman bergilir dilakukan akibat adanya kendala operasional pada sistem interkoneksi Kalimantan yang menyebabkan penurunan pasokan daya listrik.

Dalam pengumuman yang disampaikan PLN UP3 Banjarmasin, disebutkan bahwa gangguan tersebut berkaitan dengan kendala operasional sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan. Akibatnya, dilakukan pengaturan beban sebagai langkah menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh.

Sebagian wilayah di Kota Banjarmasin kembali mengalami pemadaman bergilir pada Kamis (25/6/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira, meminta PLN menyampaikan informasi secara transparan kepada masyarakat mengenai kondisi sebenarnya yang memicu pemadaman.

“Karena dari data yang kami himpun, banyak permasalahan yang menjadi pemicu pemadaman listrik di Kalimantan ini, termasuk masalah batubara,” kata Yudhistira.

Menurut dia, sistem kelistrikan PLN saat ini masih sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara, sehingga persoalan pasokan batu bara turut berpengaruh terhadap keandalan pasokan listrik.

Yudhistira mengungkapkan, data yang diperolehnya menunjukkan adanya sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan, pemeliharaan, maupun keterbatasan pasokan energi primer. Di antaranya PLTU CFK Unit 1 dan 2 yang disebut mengalami kendala batu bara basah dan batu bara menggantung, PLTU Muara Jawa Unit 1 dan 2 yang mengalami gangguan bearing turbin, serta beberapa unit di PLTGU Senipah yang mengalami kendala operasional.

BACA JUGA  Perkuat Pengawasan Pelabuhan, Sat Binmas Polres Tanjung Balai Sambangi Kantor Karantina

Selain itu, terdapat pula pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan maupun perbaikan, seperti PLTU Indoeka Unit 1 dan 2, PLTU ITP, PLTU Asam-Asam Unit 4, PLTU Pulang Pisau, hingga PLTU TPI Unit 2.

Sementara PLTMG Bengkanai disebut mengalami keterbatasan pasokan gas.
“Akibat situasi itu, manual load shedding atau pemadaman terus terjadi,” ujarnya.

Ia menyebut total pengurangan beban di wilayah Kalimantan Timur mencapai 83,3 MW, sedangkan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mencapai 113,45 MW.
Lebih lanjut, Yudhistira juga mengkritik manajemen komunikasi PLN yang dinilainya belum terbuka kepada publik terkait kondisi sistem kelistrikan yang sebenarnya.

“Ya informasinya itu, ada arahan dari Divisi Komunikasi PLN untuk tidak terbuka ke masyarakat tentang pemadaman,” ungkapnya.
Yudhistira menilai kondisi tersebut berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PLN. Ia pun meminta pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran direksi perusahaan listrik negara tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari manajemen PT PLN (Persero) maupun Direksi PLN terkait tudingan adanya instruksi untuk membatasi informasi kepada masyarakat serta berbagai data gangguan pembangkit yang disampaikan oleh Kornas Re-LUN. Pemerintah dan PLN juga belum memberikan tanggapan atas usulan pergantian jajaran direksi yang disampaikan Yudhistira.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER