SAMOSIR — Semangat mempersatukan keluarga besar Toga Pandiangan sekaligus mengajak seluruh pomparan kembali ke tanah leluhur, Bona Pasogit, semakin menguat. Persiapan Musyawarah Nasional (Munas), Silaturahmi Nasional dan Pesta Budaya Toga Pandiangan Sedunia 2026 pun mulai dimatangkan.
Persiapan tersebut ditandai dengan audiensi keluarga besar Toga Pandiangan kepada Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, S.T., didampingi Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, S.E., M.M.
Dalam pertemuan yang dilaksanakan pada hari jumat tanggal 2 Oktober 2026 yang diadakan di ruangan pertemuan Rumah Dinas Bupati Samosir.
Rombongan menyampaikan rencana pelaksanaan Munas, Silaturahmi Nasional dan Pesta Budaya yang direncanakan berlangsung di Urat, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga diharapkan menjadi momentum mempertemukan kembali keluarga besar Toga Pandiangan yang selama ini tersebar di berbagai daerah.
Bona Pasogit, Rumah yang Memanggil untuk Pulang
Bagi keluarga besar Toga Pandiangan, Bona Pasogit bukan sekadar tempat asal. Tanah leluhur dipandang sebagai tempat akar sejarah keluarga tertanam sekaligus ruang untuk mempererat kembali tali persaudaraan.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Samosir menyambut baik rencana kegiatan dan mengajak seluruh pomparan Toga Pandiangan untuk bersama-sama kembali ke Samosir.
“Bona Pasogit bukan sekadar tempat asal, tetapi rumah yang selalu memanggil kita untuk pulang. Saya menyambut baik rencana Munas dan Pesta Budaya Toga Pandiangan di Samosir. Acara ini menjadi momentum untuk kembali berkumpul, mempererat persaudaraan, melestarikan budaya Batak, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Bona Pasogit.”
Dukungan serupa juga disampaikan bersama Wakil Bupati Samosir. Seluruh pomparan Toga Pandiangan yang berada di berbagai daerah diajak untuk pulang, berkumpul dan ikut memberikan kontribusi bagi daerah leluhur.
“Mari kita ajak seluruh pomparan Toga Pandiangan dari berbagai penjuru untuk pulang, berkumpul dan bersama-sama berbuat bagi Samosir.”
Toga Pandiangan Teguhkan Semangat Persatuan
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur keluarga besar Toga Pandiangan yang terlibat dalam persiapan kegiatan.
Di antaranya Ketua Umum Toga Pandiangan Sedunia Dr. Lindung Pandiangan, Ketua Panitia Pelaksana Munas St. Haposan Pandiangan, Sekretaris Panitia Dr. Tuangkus Harianja, M.M., M.H., Presiden INAMPA Pasoroan Herman Harianja, Bendahara Panitia, serta perwakilan Boru dan Ibere.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam mempersiapkan Munas, Silaturahmi Nasional dan Pesta Budaya Toga Pandiangan Sedunia 2026.
Munas nantinya menjadi wadah bagi keluarga besar Toga Pandiangan untuk membahas organisasi dan masa depan persaudaraan. Sementara Pesta Budaya diharapkan menjadi ruang untuk menjaga serta memperkenalkan adat dan budaya Batak kepada generasi muda.
Lebih dari sekadar agenda, kepulangan ke Samosir diharapkan menjadi momentum memperkuat kembali hubungan kekeluargaan.
Yang jauh kembali mendekat.
Yang lama tak bertemu kembali bersalaman.
Yang berbeda tempat kembali duduk dalam satu kebersamaan.
Dan yang diwariskan para leluhur kembali dijaga bersama.
Bona Pasogit pun kembali menjadi titik temu untuk pulang, bersatu dan melestarikan warisan leluhur.
Laporan: Humas Panitia Munas Toga Pandiangan Se-Dunia


