Foto ilustrasi
Jakarta | Topinformasi – Militer Israel mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan terbaru ke wilayah Lebanon yang menargetkan markas kelompok militan Hizbullah. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer skala besar di kawasan tersebut.
Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (12/3/2026), serangan itu dilakukan pada Rabu (11/3) waktu setempat dan menyasar sejumlah infrastruktur milik Hizbullah di kawasan Dahiyeh, pinggiran selatan ibu kota Beirut.
Israel menyebut operasi tersebut bertujuan untuk menghancurkan fasilitas serta kemampuan militer Hizbullah yang selama ini diduga mendapat dukungan dari Iran.
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengatakan pasukan Israel akan meningkatkan operasi militer terhadap target-target milik Hizbullah di wilayah tersebut.
“Pasukan Israel akan segera bertindak dengan kekuatan besar terhadap fasilitas, kepentingan, dan kemampuan militer Hizbullah,” ujar Adraee.
Langkah tersebut dilakukan setelah militer Israel melaporkan adanya tembakan roket yang diluncurkan oleh Hizbullah ke arah wilayah Israel dalam beberapa jam sebelumnya.
Hizbullah Balas Serangan
Menanggapi serangan Israel, kelompok Hizbullah dilaporkan langsung melancarkan serangan balasan dengan menembakkan puluhan roket ke wilayah Israel bagian utara.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut serangan tersebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “agresi kriminal” Israel terhadap sejumlah kota dan desa di Lebanon serta kawasan pinggiran selatan Beirut.
“Para pejuang kami menargetkan lokasi di Israel utara dengan puluhan roket sebagai bagian dari operasi baru,” demikian pernyataan Hizbullah.
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, seiring meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang juga melibatkan Iran dan sekutunya. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban akibat serangan terbaru tersebut.












