Polda Sumut Tetapkan 24 Tersangka Kasus Penyerangan di Humbahas

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 08:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Medan – Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Polres Humbang Hasundutan menetapkan 24 orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan, pengrusakan, pencurian, dan penganiayaan di Desa Matiti, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan.

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Cornelius Mangarahon Simanjuntak mengatakan, 10 tersangka ditahan Polda Sumut, sedangkan 14 lainnya ditahan Polres Humbang Hasundutan.

“Untuk perkara ini ada 12 laporan polisi. Tiga laporan ditangani Polda Sumut dengan 10 tersangka yang sudah dilakukan penahanan. Kemudian di Polres Humbang Hasundutan terdapat sembilan laporan polisi dengan 14 tersangka yang juga sudah ditahan,” kata Cornelius, Kamis (24/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari 10 tersangka yang ditangani Polda Sumut, polisi menyebut mereka memiliki sejumlah peran. Di antaranya diduga sebagai penggerak massa, melakukan pelemparan dan pengrusakan rumah serta kendaraan, hingga terlibat dalam penyerangan.

BACA JUGA  Demo di Kejati Sumut Sempat Memanas, Massa Desak Penahanan Mantan Jampidsus

Salah satu tersangka, MS (60), disebut sebagai ketua kelompok marga Simanulang atau kelompok Raja Bius Matiti. Sementara TM (66) disebut sebagai koordinator lapangan dan penggerak massa.

Polisi juga menetapkan PS (49), HS (65), TBS (38), IFS (43), JS (50), FS (37), dan TS (36) sebagai tersangka. TS disebut terlibat dalam penyerangan terhadap personel kepolisian yang melakukan pengamanan, termasuk Kabag Ops Polres Humbang Hasundutan.

Kasus tersebut terjadi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi menyebut peristiwa itu berkaitan dengan konflik lahan antara kelompok Raja Bius Matiti dari marga Simanulang/Manullang dan kelompok Ompung Patar Munthe dari marga Munthe.

Sekitar 100 orang diduga melakukan penyerangan ke area yang diklaim pihak Ompung Patar Munthe. Dalam kejadian tersebut terjadi dugaan pengrusakan, pencurian, dan penganiayaan.

BACA JUGA  Sat Narkoba Polres Tanjungbalai dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 4,04 Kg Sabu dari Malaysia, Mahasiswa Dijanjikan Upah Rp30 Juta

Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Adi Nugroho mengatakan konflik lahan tersebut telah berlangsung lama dan memanas sejak November 2025. Kedua pihak sama-sama mengklaim lahan tersebut sebagai tanah adat.

“Jadi, ada saling klaim dari pihak Raja Bius Manullang maupun Ompung Patar Munthe, yang sama-sama mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah adatnya,” ujar Adi.

Polres Humbang Hasundutan bersama pemerintah daerah telah melakukan tujuh kali mediasi. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

Situasi semakin memanas setelah pondok milik pihak Raja Bius Matiti dilaporkan terbakar pada 12 September 2026. Polisi menyebut kejadian itu diduga menjadi pemicu penyerangan.

Namun, polisi belum memastikan apakah pondok tersebut dibakar atau terbakar, termasuk siapa pihak yang bertanggung jawab.

BACA JUGA  Diduga Tak Penuhi Kewajiban BPJS Ketenagakerjaan, PT Sumber Makmur Beton Pecat 12 Karyawan

“Mungkin dari pihak Raja Bius ada asumsi bahwa pihak sebelah yang melakukan hal tersebut, sehingga akhirnya terjadi seperti itu. Tetapi secara faktanya, apakah ini dibakar atau terbakar, dan siapa kalau memang dibakar, belum jelas,” katanya.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk dugaan tindak pidana dan peran masing-masing pihak dalam perkara itu.

 

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Patumbak Duduk Bersama Jemaah Masjid Amaliyah, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
KSJ Ingatkan Pentingnya Swasembada Pangan, Motivasi Petani Palawija di Hamparan Perak
Sambut Milad ke-3, Pujaketarub Gelar Safari Sedekah Jumat di Bantaran Rel Medan
Camat Medan Kota Luncurkan Response Center, Aduan Warga Dipantau Lewat Trello
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Penanaman Pohon Bersama ASWAKADA 2026 di Kalbar
Wali Kota Tanjungbalai Tetapkan Perkim Penanggung Jawab Beting Semelur, Targetkan Jadi Kampung Warna Warni
Polsek Jajaran Polres Tanjungbalai Intensifkan Patroli Malam, Sasar Lokasi Rawan Kejahatan dan Balap Liar
Operasi Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Tanjungbalai Sambangi Sopir Bus PT Rajawali
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:51 WIB

Kapolsek Patumbak Duduk Bersama Jemaah Masjid Amaliyah, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Jumat, 6 November 2026 - 21:42 WIB

KSJ Ingatkan Pentingnya Swasembada Pangan, Motivasi Petani Palawija di Hamparan Perak

Jumat, 6 November 2026 - 15:29 WIB

Sambut Milad ke-3, Pujaketarub Gelar Safari Sedekah Jumat di Bantaran Rel Medan

Jumat, 6 November 2026 - 09:38 WIB

Camat Medan Kota Luncurkan Response Center, Aduan Warga Dipantau Lewat Trello

Jumat, 6 November 2026 - 09:17 WIB

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Penanaman Pohon Bersama ASWAKADA 2026 di Kalbar

Berita Terbaru