Polisi Bongkar Jaringan Pod Getar Malaysia, 2 Sejoli dan 1 Kaki Tangan Disergap di Medan

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 09:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

MEDAN – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan membongkar jaringan peredaran narkotika jenis vape atau yang dikenal dengan sebutan pod getar asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap tiga orang dan menyita sebanyak 295 pod getar.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan SAB (21), warga Kabupaten Gayo Lues, Aceh, di sebuah apartemen di Jalan Listrik, Medan, pada Rabu (16/9/2026).

SAB diduga hendak melakukan transaksi narkotika. Untuk mengelabui petugas, pod getar yang akan diedarkan disebut diselipkan ke dalam kotak sabun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari tangan SAB, polisi mengamankan lima pod getar, terdiri dari empat pod merek Yakuza dan satu pod merek Batman.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, mengatakan pihaknya kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai pemasok.

BACA JUGA  Perkuat Struktur Organisasi, GIAN Sumut Siapkan Reshuffle Pengurus dan Bentuk Korda di 33 Kabupaten/Kota

“Kami amankan sepasang kekasih yakni MAR (25) dan PAS (27) di sebuah rumah kos di Jalan Kasuari, Medan,” ujar Rafli, Rabu (23/9/2026).

Saat diamankan, MAR dan PAS sempat membantah menyimpan narkotika. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di sejumlah bagian kamar.

Meski awalnya tidak menemukan barang bukti, polisi mencurigai sebuah jam dinding yang diletakkan di atas lemari. Setelah diperiksa, ternyata bagian dalam jam tersebut digunakan untuk menyimpan lima pod getar.

“Berkat kejelian tim, kami berhasil menemukan barang bukti narkoba tambahan yang disimpan di dalam body jam dinding,” ungkap Rafli.

Polisi kemudian kembali melakukan pengembangan ke sebuah rumah milik keluarga MAR di kawasan Setia Budi, Medan, yang diduga dijadikan tempat penyimpanan barang.

BACA JUGA  Indahnya Berbagi: Polres Tanjungbalai Bagikan Takjil ke Masjid-Masjid

Dari sebuah lemari di kamar tidur, petugas menemukan 285 pod getar. Dengan demikian, total barang bukti yang diamankan dari tiga tersangka mencapai 295 pod getar.

“Setelah kami menangkap MAR dan PAS, kami lakukan penelusuran. Kami menemukan 285 pod getar tambahan yang disimpan di sebuah rumah di kawasan Setia Budi Medan,” jelas Rafli.

Menurut Rafli, ketiga pelaku diduga baru menjalankan bisnis tersebut sekitar dua bulan. Aktivitas mereka disebut bermula dari penggunaan, kemudian menjual dalam jumlah kecil hingga berkembang menjadi peredaran dalam jumlah lebih besar.

MAR disebut berperan sebagai pihak yang mengendalikan kedua pelaku dan berkomunikasi langsung dengan seseorang di Malaysia menggunakan aplikasi khusus.

BACA JUGA  Wujudkan Kepedulian, Kapolres Tanjung Balai Berikan Kursi Roda untuk Warga Disabilitas

“Ketiga pelaku merupakan jaringan narkoba Malaysia-Indonesia. MAR yang merupakan bos dari kedua pelaku, termasuk kekasihnya, berhubungan langsung dengan pengendali di Malaysia melalui aplikasi khusus. Pengendalinya ini yang kini sedang kami kejar,” kata Rafli.

Polrestabes Medan mengimbau masyarakat, khususnya kalangan muda, agar tidak tergiur mencoba maupun terlibat dalam peredaran narkotika.

“Narkoba bukan gaya hidup. Jangan biarkan rasa penasaranmu menjadi penyesalan di kemudian hari. Jaga masa depanmu, jaga dirimu. Jangan coba-coba narkoba, karena kami pastikan sekecil apa pun, kami akan ungkap, tangkap, dan tindak hingga ke akarnya,” pungkas Rafli.

(Tim)

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser
Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan
Sejumlah Perwira Polri Dikabarkan Diciduk, Mabes Polri: Masih Kami Dalami
Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Tindak Pelanggar Lalu Lintas di Medan Amplas
Pemko Tanjungbalai Tata Kawasan Heritage Jalan Asahan, Wakil Wali Kota Temui Pengusaha Ikan
Eks Wali Kota Sibolga Ditahan Polda Sumut, Terseret Kasus Korupsi Pasar Ikan Rp22 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:56 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 21:41 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 19:20 WIB

Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser

Selasa, 3 November 2026 - 19:10 WIB

Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Sejumlah Perwira Polri Dikabarkan Diciduk, Mabes Polri: Masih Kami Dalami

Berita Terbaru

Berita Utama

Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:10 WIB