TANJUNGBALAI – Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan memperketat pengawasan keamanan melalui razia gabungan pada Sabtu (26/9/2026) malam. Sejumlah kamar hunian digeledah, sementara 60 warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjalani tes urine secara acak.
Razia yang berlangsung sekitar pukul 20.30 hingga 22.00 WIB tersebut melibatkan jajaran Lapas, Polres Tanjungbalai, TNI, Sat Brimob Batalyon B Polda Sumut dan BNN Kota Tanjungbalai.
Kegiatan diawali apel pengarahan yang dipimpin Kalapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Refin Tua Simanullang, S.H., M.H. Setelah itu, personel gabungan dibagi dalam beberapa tim untuk melakukan penggeledahan di kamar hunian Blok G, H, I dan J.
Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang non-elektronik. Di antaranya 11 set kartu remi, 40 sendok stainless, 7 kaca, 20 sikat gigi, 1 unit mesin ketam, 27 mancis, 50 benda tajam, 92 paku, 23 alat cukur, 2 batang besi, 1 tali pinggang dan 4 gulung tali.
Seluruh barang temuan kemudian dikumpulkan dan diinventarisasi di ruang Kamtib untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
60 WBP Tes Urine, Seluruhnya Negatif
Pengawasan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap 60 WBP yang dipilih secara acak oleh personel gabungan.
Pemeriksaan dilakukan tim BNN Kota Tanjungbalai bersama dokter Lapas. Hasilnya, seluruh 60 WBP yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba.
Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk mencegah penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan Lapas.
Kabag Ops: Tak Ditemukan Handphone dan Narkoba
Kabag Ops Polres Tanjungbalai, AKP Natal Fernando Saragih, menyampaikan hasil razia dalam konferensi pers seusai kegiatan.
Menurutnya, dari penggeledahan kamar hunian yang dilakukan malam itu, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba.
Ia juga menyebut tidak ditemukan adanya blok atau kamar hunian yang mendapat perlakuan khusus.
“Tidak ditemukan handphone dan narkoba. Tidak ada blok atau kamar hunian istimewa, seluruh bangunannya sesuai dengan kondisi lapas pada umumnya,” ujar Natal.
Libatkan Polri, TNI, Brimob dan BNN
Razia tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Dari unsur Polri, Kapolres Tanjungbalai diwakili AKP Natal Fernando Saragih bersama personel Polres Tanjungbalai.
Unsur TNI diwakili Danramil 18/Datuk Bandar, Lettu Andi Junaidi Damanik, bersama personel Kodim 0208/AS.
Sementara Sat Brimob Batalyon B Polda Sumut diwakili Ipda Pendi R. M. Harahap bersama personel Brimob.
Dari BNN Kota Tanjungbalai hadir Katim P2M, Hamzah, S.Sos., bersama tim pemeriksa.
Sinergi tersebut dilakukan sebagai langkah bersama untuk memperkuat deteksi dini serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Kalapas: Keamanan dan Ketertiban Tanggung Jawab Bersama
Kalapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Refin Tua Simanullang, mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam razia gabungan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi penting untuk memperkuat sistem pengamanan sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polri, TNI, Brimob, BNN, serta seluruh jajaran yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini. Sinergi seperti ini sangat penting dalam mendukung deteksi dini dan mitigasi risiko gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan,” katanya.
Ia menegaskan jajaran Lapas akan terus memperkuat pengawasan dan langkah preventif untuk menjaga kondisi lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan tertib.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan penguatan pengamanan dan pembinaan. Setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini. Lapas harus menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan,” tegasnya.
Seluruh rangkaian razia berlangsung aman dan terkendali. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan handphone maupun narkoba, sementara 60 WBP yang menjalani tes urine seluruhnya dinyatakan negatif.
Barang-barang non-elektronik yang diamankan selanjutnya diinventarisasi untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Razia gabungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan dalam memperkuat deteksi dini, mitigasi risiko, pengawasan serta sinergi lintas instansi demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.


