DELI SERDANG,TOPINFORMASI.COM – Aktivitas perjudian toto gelap (togel) dilaporkan masih marak dan terus menjamur di wilayah Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Berbagai jenis perjudian, termasuk togel Macau dan Cambodia, disebut beroperasi secara bebas di sejumlah desa.
Sejumlah bandar togel diduga bersaing menjalankan bisnis ilegal tersebut demi meraup keuntungan. Di antaranya bandar yang dikenal dengan sebutan Aseng Kayu (AK), serta beberapa bandar togel Macau lainnya yang disebut-sebut membuka hingga 10 kali putaran dalam sehari.
Para juru tulis togel pun tampak leluasa beroperasi di warung-warung kopi milik warga. Dengan bermodalkan kertas, pulpen, dan buku tafsir mimpi (erek-erek), mereka melayani para pemasang secara terbuka.
Ironisnya, aktivitas tersebut dilakukan tanpa rasa khawatir, bahkan dengan iming-iming hadiah hingga 70 kali lipat dari nilai taruhan yang dipasang.
Sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas perjudian tersebar hampir di seluruh desa di Kecamatan STM Hilir, di antaranya Desa Talun Kenas, Negara, Sumbul, Talapeta, Siguci, Tadukan Raga, Lau Rempak, Lau Rakit, Penungkiren, Juma Tombak, Kuta Jurung, Limau Mungkur, hingga Desa Rambai.
“Banyak lokasi judi togel di sini. Mulai dari dekat balai desa, Dusun Kutambaru, hingga sekitar sekolah dasar di Gunung Rintih. Jenisnya beragam, seperti togel Singapura, Sydney, Hongkong, hingga yang paling laris Macau,” ungkap seorang sumber warga.
Selain itu, muncul dugaan adanya kedekatan antara salah satu bandar berinisial E dengan oknum aparat setempat, yang membuat aktivitas tersebut dapat berjalan lancar. Bahkan, nama Aseng Kayu juga disebut-sebut mulai mengembangkan jaringan bisnisnya di wilayah STM Hilir.
“Punya Aseng Kayu juga sudah masuk ke STM Hilir ini, kabarnya sudah ‘menghadap’,” ujar Tarigan, salah seorang warga Desa Talun Kenas.
Kondisi ini menimbulkan keheranan di kalangan masyarakat, mengingat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, telah menegaskan perintah pemberantasan segala bentuk perjudian di seluruh wilayah Indonesia.
Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek. Namun, warga menilai implementasi di lapangan, khususnya di wilayah hukum Polsek Talun Kenas, belum berjalan optimal.
Bahkan, sejumlah warga menuding adanya pembiaran terhadap aktivitas perjudian tersebut, yang dinilai semakin meresahkan dan berdampak buruk terhadap kondisi sosial serta ekonomi masyarakat.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak Polsek Talun Kenas melalui Kanit Reskrim Iptu Lumban Toruan sejak Rabu (21/1/2026) hingga berita ini diterbitkan belum mendapat tanggapan.
Hingga saat ini, puluhan juru tulis togel Macau dan berbagai jenis togel lainnya seperti Sydney, Singapura, dan Hongkong dilaporkan masih terus beroperasi di wilayah Kecamatan STM Hilir.
Keterangan Foto: Aktivitas perjudian togel jenis Macau dan Cambodia yang diduga masih bebas beroperasi di wilayah Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang.












