PolitikSosial

Fajri Akbar: Demokrat Sumut Masih Butuh Sosok Lokot Nasution

×

Fajri Akbar: Demokrat Sumut Masih Butuh Sosok Lokot Nasution

Sebarkan artikel ini

MEDAN, TOPINFORMASI.com — Dinamika internal Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) yang mencuat melalui sejumlah unggahan senior kader di media sosial mendapat tanggapan dari kader muda Demokrat yang juga Anggota DPRD Sumut, Fajri Akbar.

Sejumlah narasi sebelumnya menilai kepemimpinan Ketua DPD Demokrat Sumut, Lokot Nasution, kurang maksimal karena disebut lebih banyak berada di Jakarta. Fajri membantah penilaian tersebut dan menyebut Lokot justru membawa wajah baru bagi Demokrat Sumut.

Ditemui di Medan, Kamis (13/8/2026), Fajri mengatakan kepemimpinan Lokot telah mendorong Demokrat Sumut menjadi partai yang lebih fleksibel, modern dan terbuka terhadap regenerasi.

“Demokrat Sumatera Utara yang dipimpin Pak Lokot Nasution selama ini sebenarnya menunjukkan Demokrat yang lebih fleksibel, dewasa ini, modern,” ujar Fajri.

Menurutnya, salah satu indikatornya terlihat dari semakin banyaknya kader muda dan generasi milenial yang masuk serta memperkuat struktur Demokrat Sumut.

Terkait sorotan bahwa Lokot lebih sering berada di Jakarta, Fajri menilai hal tersebut merupakan konsekuensi dari posisi Lokot sebagai Anggota DPR RI. Namun, ia menegaskan aktivitas tersebut tidak menghalangi Lokot menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPD Demokrat Sumut.

“Beliau ini selama berada di Sumatera Utara itu selalu turun ke lapangan, selalu turun menjumpai masyarakat,” katanya.

Fajri juga menyebut sejumlah program yang dibawa Lokot melalui APBN dapat dilihat dari aktivitas dan dokumentasi yang disampaikan melalui media sosial. Menurut dia, program tersebut tidak hanya menyasar wilayah daerah pemilihan Lokot di DPR RI, tetapi juga menjangkau daerah lain di Sumut, termasuk Langkat dan Sibolga.

“Ini menunjukkan bagaimana Lokot bukan hanya sebagai anggota DPR RI yang mewakili dapilnya, tapi mewakili Sumatera Utara. Itulah yang sebenar-benarnya pemimpin,” tegasnya.

Kritik Narasi yang Menyudutkan

Fajri menilai narasi yang berupaya menyudutkan Lokot Nasution justru tidak tepat. Menurutnya, Demokrat Sumut membutuhkan figur yang memiliki perspektif nasional sekaligus tetap memahami kebutuhan daerah.

“Kita mengkerdilkan itu dengan cara hanya memilih pemimpin yang berpikir di daerah, tapi belum tentu berbuat untuk daerah. Kali ini kita punya pemimpin yang berpikir nasional, bekerja secara nasional, tapi mampu berpikir untuk daerah, kita malah merongrong atau berusaha merusak beliau. Ini pemikiran yang keliru,” ujarnya.

Dari sisi elektoral, Fajri menyebut perolehan kursi Demokrat di DPR RI dari daerah pemilihan Sumut tetap berada di angka empat kursi pada Pemilu terakhir.

Sementara di tingkat kabupaten/kota, ia menyebut capaian Demokrat relatif stabil meski terdapat daerah yang mengalami penurunan maupun peningkatan perolehan kursi.

Untuk DPRD Provinsi Sumut, Fajri mengakui jumlah kursi Demokrat mengalami penurunan dari sembilan menjadi lima kursi. Namun, ia meminta kondisi tersebut dilihat dalam konteks regenerasi internal partai.

Ia menjelaskan, dua anggota DPRD Sumut dari Demokrat sebelumnya meninggal dunia sehingga proses regenerasi kandidat belum sepenuhnya matang ketika Pemilu berlangsung.

“Kita tidak bisa juga menyalahkan Pak Lokot. Beliau pada waktu itu masa transisi, baru memimpin sudah mengikuti pemilihan umum legislatif,” katanya.

Klaim 19 Daerah Menang Pilkada

Fajri juga menyoroti capaian Demokrat Sumut dalam Pilkada. Ia menyebut dari 33 kabupaten/kota di Sumut, sebanyak 19 daerah yang pasangan calonnya diusung maupun didukung Demokrat berhasil memenangkan kontestasi.

Ia juga menyebut kemenangan Bobby Nasution dalam pemilihan gubernur Sumut sebagai salah satu capaian yang dinilainya positif bagi Demokrat Sumut.

Selain itu, Fajri menilai Demokrat Sumut di bawah kepemimpinan Lokot Nasution turut berkontribusi dalam memenangkan pasangan Prabowo Subianto pada Pilpres di Sumut.

“Saya pikir Demokrat di bawah kepemimpinan Pak Lokot Nasution, Demokrat Sumatera Utara sudah cukup baik. Kalau kita memberikan waktu dan kesempatan lagi, saya pikir lonjakan prestasi Demokrat ini nanti akan semakin luar biasa,” ujarnya.

Fajri optimistis Demokrat Sumut yang saat ini berada di posisi lima atau enam besar perolehan suara dapat meningkatkan performanya hingga menembus tiga besar partai dengan perolehan suara terbesar di Sumut.

Menurutnya, target tersebut membutuhkan kesinambungan kepemimpinan dan konsolidasi partai.

Sebagai kader muda, Fajri juga berharap dinamika internal Demokrat Sumut tetap berlangsung dalam iklim politik yang sehat, tanpa sekat usia maupun anggapan bahwa generasi muda belum memiliki pengalaman dan kapasitas berpikir luas.

“Demi Demokrat Sumatera Utara yang nasionalis, religius, dan berbuat jauh lebih baik lagi untuk Sumatera Utara, saya pikir Demokrat Sumatera Utara ini butuh sosok Bapak Haji Muhammad Lokot Nasution,” pungkas Fajri Akbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *