BerandaNasionalBunga Rampai Lintas Disiplin UPNVJ Bedah Program MBG, dari Hukum hingga Ekonomi

Bunga Rampai Lintas Disiplin UPNVJ Bedah Program MBG, dari Hukum hingga Ekonomi

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikaji dari berbagai perspektif dalam buku Kondisi Sosial atas Praktik MBG: Antara Mitos Medsos dan Realitas.

Buku yang diterbitkan Damera Press bersama LPPM UPNVJ Press itu mencoba melihat pelaksanaan MBG berdasarkan data dan analisis akademik.

Buku edisi pertama yang terbit pada September 2026 tersebut menjadi salah satu bunga rampai akademik yang membahas MBG secara lintas disiplin. Sebagian besar penulis merupakan akademisi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ).

Sejumlah aspek dibedah, mulai dari regulasi, persepsi siswa dan guru, digitalisasi pelaksanaan program, hingga dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi.

Diani Sadiawati dan Edward Benedictus Roring mengulas implikasi regulasi setelah program berjalan. Purwanto Widodo membahas persepsi siswa dan guru di Jakarta serta Bekasi.

Sementara itu, Dr Alfatih S. Manggabarani mengkaji digitalisasi pelaksanaan MBG melalui siklus PDCA. Dr Fachru Nofrian menganalisis inflasi sebelum dan sesudah pelaksanaan MBG.

Prof Dianwicaksih Arieftiara turut mengaitkan program tersebut dengan konsep ekonomi sirkular sebagai bagian dari bela negara. Buku ini juga memuat tulisan Rémy Herrera, peneliti CNRS Prancis, mengenai ketahanan Kuba menghadapi blokade.

Salah satu kajian yang disorot adalah tulisan Fachru berjudul Inflasi dengan dan tanpa Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia Periode 2023-2025.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta itu melihat MBG sebagai program ekonomi berskala besar yang berpotensi meningkatkan permintaan agregat sekaligus pendapatan masyarakat.

“MBG tidak bisa dinilai hanya dari besarnya anggaran. Ini investasi jangka panjang yang menggerakkan permintaan, dari petani, pemasok, hingga pekerja dapur di daerah,” kata Fachru.

Dalam kajiannya, Fachru menemukan indikasi harga bahan pangan cenderung lebih stabil seiring berjalannya program. Namun, dia menegaskan temuan tersebut masih membutuhkan pengujian lebih lanjut menggunakan analisis ekonometrik.

Buku tersebut juga tidak semata-mata membahas sisi positif MBG. Kajian hukum mendorong adanya kerangka regulasi yang lebih lengkap, termasuk standar keamanan pangan, pembagian kewenangan antarinstansi, serta mekanisme pemulihan apabila terjadi persoalan.

Sementara kajian mengenai persepsi mencatat masih adanya keluhan guru terkait mutu makanan dan distribusi. Kajian digitalisasi juga menyoroti kesenjangan infrastruktur antarwilayah.

Para penulis menyebut buku tersebut sebagai penelitian awal yang masih terbuka untuk dikembangkan. Kajian lanjutan dinilai diperlukan dengan sampel lebih besar, cakupan wilayah lebih luas, serta metode penelitian yang lebih kuat.

Kehadiran buku ini dinilai relevan di tengah perdebatan publik mengenai MBG, termasuk munculnya laporan kasus keracunan makanan di sejumlah daerah yang kemudian ramai dibahas di media sosial.

Melalui pendekatan akademik, buku tersebut mendorong agar kritik terhadap MBG tetap menjadi masukan, tetapi diuji melalui data dan penelitian sehingga perbaikan kebijakan tidak hanya didasarkan pada isu yang sedang viral.

Informasi pemesanan buku dapat diperoleh melalui Damera Press atau email damerapress@gmail.com.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments