Dugaan Korupsi Dana Desa Memanas, Massa Geruduk Kantor Desa Tanjung Gusta

Dugaan Korupsi Dana Desa Memanas, Massa Geruduk Kantor Desa Tanjung Gusta

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

TANJUNG GUSTA,Topinformasi – Dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Tanjung Gusta memicu aksi protes dari kalangan mahasiswa. Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum (AMPH) menggelar aksi unjuk rasa dengan “menggeruduk” Kantor Desa Tanjung Gusta, menuntut  transparansi pengelolaan keuangan desa.

 

Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Azli Ritonga tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Massa menyuarakan kekecewaan terhadap pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan dan diduga tidak tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya, Azli Ritonga menyampaikan sejumlah poin tuntutan yang menjadi dasar aksi mahasiswa dan warga. Di antaranya dugaan pengadaan fiktif pada belanja alat tulis kantor (ATK) dan kebutuhan operasional desa yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selain itu, massa juga menyoroti dugaan adanya musyawarah desa yang bersifat fiktif. Menurut mereka, terdapat kegiatan yang tercantum dalam laporan administrasi desa, namun tidak pernah dilaksanakan atau tidak melibatkan masyarakat sebagaimana mestinya.

BACA JUGA  Polda Sumut Tetapkan Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir Tersangka Dugaan Pemalsuan Surat

Mahasiswa juga menyinggung temuan sejumlah stempel yang berada dalam satu plastik di meja bendahara desa. Temuan tersebut menimbulkan dugaan adanya praktik administrasi yang dinilai tidak sesuai prosedur.

Tak hanya itu, massa mempertanyakan pengeluaran anggaran untuk pembayaran listrik yang diduga tidak sesuai dengan nilai yang tercantum dalam laporan keuangan. Mereka juga menyoroti adanya pemotongan gaji kepala dusun dan staf desa sebesar Rp85 ribu setiap bulan yang dinilai tidak memiliki dasar yang jelas.

Sorotan lain datang dari program 50 unit bedah rumah yang disebut telah terealisasi. Namun, massa mengaku menerima informasi bahwa sekitar 35 unit dari program tersebut dijadikan alasan untuk pembayaran BPJS dan setoran ke PMD Kecamatan. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait alokasi dana yang sebenarnya.

BACA JUGA  Warga Desa Lubuk Cuik Tuntut Transparansi Dana Desa Dan Dana Bumdes

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta Kepala Desa Tanjung Gusta Kawibowo segera memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat melalui forum resmi desa. Mereka juga meminta agar laporan realisasi Anggaran Dana Desa disampaikan secara rinci dan tertulis, lengkap dengan bukti pengeluaran yang sah.

Selain itu, massa menuntut penghentian segala bentuk pemotongan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, mereka mendesak agar dilakukan audit oleh Inspektorat Kabupaten maupun aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketegangan sempat mereda setelah massa ditemui oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Tanjung Gusta Irfan Zuhri yang didampingi Sekretaris Desa Nur Mardiah Lestari. Pertemuan dilakukan di depan pintu masuk kantor desa sebagai bentuk mediasi dengan para pengunjuk rasa.

Di hadapan massa, Irfan Zuhri menyatakan pihaknya akan meninjau kembali laporan keuangan desa yang menjadi sorotan mahasiswa dan masyarakat.

BACA JUGA  Wali Kota Tanjungbalai: Pedagang Tetap Boleh Berjualan di Alun-alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

“Kami mendengar apa yang menjadi keresahan masyarakat. Sebagai Penjabat Kepala Desa, saya bersama Sekretaris Desa akan meninjau kembali laporan yang ada dan memastikan bahwa setiap rupiah dana desa dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Irfan Zuhri.

Sementara itu, massa menilai jawaban yang disampaikan pihak pemerintah desa masih bersifat normatif dan belum menjawab secara rinci terkait dugaan penggunaan anggaran, khususnya pada program penanganan keadaan mendesak yang disebut memiliki nilai anggaran cukup besar.

Di akhir aksi, mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal transparansi pengelolaan dana desa.

“Aksi hari ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa tetap berada di garis depan dalam mengawal integritas lembaga negara serta mendorong transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan desa,” tegas Azli Ritonga.

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Patumbak Duduk Bersama Jemaah Masjid Amaliyah, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
KSJ Ingatkan Pentingnya Swasembada Pangan, Motivasi Petani Palawija di Hamparan Perak
Sambut Milad ke-3, Pujaketarub Gelar Safari Sedekah Jumat di Bantaran Rel Medan
Camat Medan Kota Luncurkan Response Center, Aduan Warga Dipantau Lewat Trello
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Penanaman Pohon Bersama ASWAKADA 2026 di Kalbar
Wali Kota Tanjungbalai Tetapkan Perkim Penanggung Jawab Beting Semelur, Targetkan Jadi Kampung Warna Warni
Operasi Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Tanjungbalai Sambangi Sopir Bus PT Rajawali
Tragis! Sampan Nelayan Disambar Petir di Perairan Sergai, Dua Tewas dan Satu Kritis
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:51 WIB

Kapolsek Patumbak Duduk Bersama Jemaah Masjid Amaliyah, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Jumat, 6 November 2026 - 21:42 WIB

KSJ Ingatkan Pentingnya Swasembada Pangan, Motivasi Petani Palawija di Hamparan Perak

Jumat, 6 November 2026 - 15:29 WIB

Sambut Milad ke-3, Pujaketarub Gelar Safari Sedekah Jumat di Bantaran Rel Medan

Jumat, 6 November 2026 - 09:38 WIB

Camat Medan Kota Luncurkan Response Center, Aduan Warga Dipantau Lewat Trello

Jumat, 6 November 2026 - 09:17 WIB

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Penanaman Pohon Bersama ASWAKADA 2026 di Kalbar

Berita Terbaru