BATUBARA — Tiga fraksi DPRD Kabupaten Batubara, yakni Fraksi KPN, PAN, dan Partai Gerindra, mendesak Pemerintah Kabupaten Batubara segera memanfaatkan dana pengembalian Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp165,96 miliar untuk membantu masyarakat terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Gambus di Kecamatan Lima Puluh Pesisir.
Desakan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Nota KUA/PPAS R-APBD Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2027, Selasa (18/8/2026).
Juru Bicara Fraksi KPN, Suriadi, mengatakan dana tersebut harus diarahkan untuk penanganan dampak bencana, mulai dari rehabilitasi, rekonstruksi, mitigasi, pemulihan infrastruktur hingga pemulihan ekonomi masyarakat.
“Anggaran tersebut harus segera dialokasikan untuk rehabilitasi, rekonstruksi, mitigasi, pemulihan infrastruktur serta pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana,” kata Suriadi.
Menurutnya, kondisi masyarakat, terutama petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Suriadi juga menegaskan pihaknya menolak apabila anggaran tersebut hanya mengendap di kas umum daerah tanpa segera memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kami tegas menolak praktik pengendapan anggaran di kas umum daerah. Anggaran tersebut harus segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap realisasi dan penyerapan anggaran dapat dituntaskan hingga akhir 2026 sehingga tidak menimbulkan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) yang tidak diperlukan.
“Kami ingin realisasi serapan anggaran tuntas dan selesai pelaksanaannya pada akhir 2026 tanpa ada SiLPA,” katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PAN Chairul Bahriah meminta Pemkab Batubara memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang terdampak banjir di Desa Gambus Laut, Lubuk Cuik, dan Perupuk.
Ia juga mendorong pemerintah membangun pintu pengatur air di Desa Gambus Laut dan Simpang Gambus sebagai langkah mitigasi untuk mencegah banjir susulan.
“TKD yang ada saat ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan prioritas, termasuk penanggulangan bencana dan membantu masyarakat yang mengalami kerugian,” kata Bahriah.
Desakan serupa disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Safi’i. Ia menilai bantuan kepada masyarakat terdampak banjir harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Prioritas utama adalah bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Desa Gambus Laut,” ujar Safi’i.
Ia menyebut luapan Sungai Gambus telah berdampak terhadap sektor pertanian. Ratusan hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami gagal panen sehingga menambah beban ekonomi para petani.
“Ratusan hektare lahan pertanian gagal panen. Petani membutuhkan bantuan segera,” tegasnya.
Tiga fraksi DPRD Batubara berharap pemerintah daerah tidak menunda penanganan dampak bencana dan segera memastikan anggaran yang tersedia benar-benar digunakan untuk membantu masyarakat yang mengalami kerugian. (dr)













