MADIUN – Lanud Iswahjudi menggelar Open Tournament Aeromodelling Panglima TNI Cup Tahun 2026 di Shelter 1802 Lanud Iswahjudi, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut menjadi bagian dari pembinaan olahraga dirgantara sekaligus wadah bagi atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding dan menjunjung sportivitas.
Mewakili Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Amades, S.E., membuka turnamen dengan membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan komitmen TNI untuk turut berkontribusi dalam peningkatan prestasi olahraga nasional melalui berbagai kegiatan olahraga, termasuk open tournament.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan, meningkatkan kemampuan atlet, sekaligus menemukan bibit-bibit potensial di cabang olahraga aeromodelling.
Turnamen mempertandingkan kategori Outdoor Hand Launched Glider (OHLG) dan diikuti 66 peserta dari sejumlah provinsi, yakni Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Yogyakarta.
Wakil Sekretaris Pengprov Aeromodelling Jawa Timur, Zainudin Ghozali, menjelaskan setiap peserta memperoleh enam kesempatan penerbangan dengan batas waktu maksimal dua menit dalam setiap penerbangan.
“Hasil akhir ditentukan dari tiga catatan waktu terbaik dari enam kesempatan penerbangan,” jelas Zainudin.
Menurutnya, penilaian dalam kategori OHLG didasarkan pada durasi penerbangan. Namun, teknik pelemparan juga menjadi faktor penting karena pesawat yang patah atau mengalami pelepasan komponen saat diluncurkan dapat dinyatakan gagal.
Sementara itu, atlet Kota Bandung, Jawa Barat, Cyndi Fatmasari, mengaku mempersiapkan diri dengan berlatih tiga hingga empat kali dalam sepekan. Menurutnya, teknik melempar glider menjadi salah satu kemampuan yang harus dikuasai.
Teknik tersebut, kata Cyndi, menyerupai gerakan melempar cakram. Persiapan rutin membuatnya lebih siap menghadapi pertandingan dan menjaga penerbangan glider agar dapat mencapai batas waktu maksimal.
Penampilan tersebut mengantarkan Cyndi melaju ke ronde berikutnya. Kompetisi OHLG pun tidak hanya menuntut kemampuan menerbangkan pesawat, tetapi juga konsistensi, ketepatan teknik dan kesiapan atlet dalam setiap kesempatan.
Melalui Open Tournament Aeromodelling Panglima TNI Cup 2026, Lanud Iswahjudi memberikan ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus memperkuat silaturahmi antara TNI, komunitas aeromodelling dan atlet dalam mendukung perkembangan olahraga dirgantara di Indonesia.


