Batubara,Semangat dan semboyan pejuang pemekaran Kabupaten Batubara “Takkan Hilang Melayu Di Batubara” kini tinggal isapan jempol.
Menyikapi hal tersebut, Fraksi Karya Pembangunan Nasional (KPN) DPRD Kabupaten Batubara soroti “ketidakpedulian” Pemerintah Kabupaten Batubara terhadap keberlanjutan dan pelestarian Adat dan Budaya Melayu di Kabupaten Batubara.
Sorotan itu disampaikan juru bicara fraksi KPN, Nafiar dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi pada rapat paripurna Senin 21/9/2026.
Menurut fraksi KPN, semboyan hidup selalu digaungkan oleh leluhur kita “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Bumi melayu yang di wariskan oleh 9 kedatukan yang berkuasa sebelum NKRI berdiri dan dibuktikan dengan peninggalan sejarah yaitu Istana Niat Lima Laras yang berdiri kokон hingga saat ini”.
‎
Fraksi KPN menyampaikani pendapat akhir tentang bagaimana sikap pemerintah daerah untuk memajukan dan tetap melestarikan Adat dan Budaya Melayu Batubara yang diwariskan oleh kedatukan yang pernah ada di wilayah pemerintahan Kabupaten Batubara.
Sebelum pemerintahan Kabupaten Batubara berdiri seperti sekarang ini, para tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Batubara bercita-cita untuk memisahkan diri dari Kabupaten induk yaitu Asahan dengan tujuan untuk lebih maju dari sebelumnya.
Cita-cita pejuang pemekaran demi kemajuan yakni:
‎ 1. Memajukan Adat Istiadat Melayu Batubara dengan semboyan “takkan hilang melayu dibumi”, adat bersendikan sarak, sarak bersendikan kitabullah. dengan semangat, tak lekang di panas dan tak lapuk di hujan
‎
2. Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar masyarakat Kabupaten Batubara bisa setara bahkan lebih maju dari Kabupaten lainnya
‎
3. Memberdayakan masyarakat Kabupaten Batubara agar tidak menjadi penonton dirumahnya sendiri
‎
4. Melahirkan pemimpin yang bisa merangkul dan bukan memukul, dengan semboyan “kalau ada kata mufakat harimau dihutan dapat ‎di ikat sekarang lebih dipertegas lagi melalui landasan konstitusional demokrasi pancasila
‎
‎5. Menuju masyarakat Batubara sejahtera, religius, beradat dan berbudaya
‎
Semangat inilah yang menyatukan masyarakat Kabupaten Batubara untuk memperjuangkan pemekaran Kabupaten Batubara yang bergabung dalam pergerakan dan perjuangan Gamkara di bawah pimpinan seorang tokoh pemekaran yaitu almarhum bapak H. OK. Arya zulkarnain
‎
Fraksi KPN menegaskan, sebagai generasi penerus, kami ingin mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah hari ini untuk melanjutkan cita-cita luhur dari para pejuang pemekaran Kabupaten Batubara.
‎
Hari ini roh para pejuang pemekaran dan pendiri Kabupaten Batubara menangis melihat realita yang ada sebagaimana 5 (lima) cita-cita luhur dari para pejuang pemekaran Kabupaten Batubara.
‎
Melalui forum yang mulia dan terhormat ini, fraksi Karya Pembangunan Nasional ingin menyampaikan bahwa dalam pembahasan banggar dengan TAPD yang baru saja kita lalul fraksi KPN melihat dan merasakan bahwa pemerintah daerah belum optimal dalam mendukung anggaran pada kegiatan yang berskala nasional, yang mengangkat harkat dan martabat budaya melayu dalam acara “Batubara.Bertanjak”.
Dimana kegiatan even nasional ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah. dan yang lebih ekstremnya lagi bahwa kegiatan tersebut adalah KEN (Karisma Even Nasional) dari Kementrian Pariwisata, seharusnya ini menjadi perhatian khusus untuk disukseskan dan untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Batubara mampu untuk mengangkat kebudayaan daerah ditingkat nasional, namun realitanya justru berbanding terbalik sehingga pada pembahasan anggaran menjadi alot, dan kami berharap jangan terjadi stigma negatif ditengah masyarakat Kabupaten Batubara.
‎
Dan kami mempertanyakan keseriusan pemerintahan daerah untuk mewujudkan impian dan cita-cita luhur dari para pendiri Kabupaten Batubara untuk menjadi renungan bagi kita
Kita s‎emua mengingat pemekaran Kabupaten Batubara penuh perjuangan dan pengorbanan air mata dan darah”.
‎


