TOPINFORMASI.COM,Medan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui sempat mengeluh sakit demam kepada keluarganya.
Ayah korban, Mangatur Naibaho, yang juga anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, mengatakan keluhan tersebut disampaikan Maria kepada ibunya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/3/2026).
“Selasa kemarin mamanya via WA, ada ngeluh demam dia,” ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Mangatur menjelaskan, pihak keluarga baru menerima kabar duka mengenai meninggalnya Maria pada Kamis malam.
“Semalam kami dapat informasi kalau Maria meninggal dunia,” ungkapnya.
Setelah ditemukan, jenazah Maria langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi. Saat ini, jenazah telah selesai diautopsi dan sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.
“Sudah selesai autopsi, ini masih di jalan pulang dari RS Bhayangkara,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Ras Maju Tarigan mengatakan pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan menunggu hasil autopsi.
“Penyebabnya masih didalami, mau diautopsi, jadi kita tunggu hasilnya,” kata Ras Maju.
Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis malam setelah pacar korban datang ke kamar kos untuk menemuinya. Namun saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci dan korban tidak merespons panggilan.
Merasa curiga, pacar korban kemudian memanggil beberapa orang lainnya. Mereka mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu.
Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas kasur dengan kondisi hanya mengenakan sarung tanpa pakaian. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis sebelum mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat menghubungi orang tuanya dan mengaku sedang sakit demam.
“Secara kasat mata tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun Selasa sore korban menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang sakit demam. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” jelas Ras Maju.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.












