DELI SERDANG,TOPINFORMASI.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada kader anti narkoba yang diikuti sebanyak 30 peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua Tim Pencegahan BNNK Deli Serdang, Esdras Idi Alfero Ginting, yang memberikan pemahaman terkait bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) beserta konsekuensi hukumnya.
Kepala Desa Bandar Khalipah, Suparyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi desa bertajuk “Berkobar ACI” (Berantas Narkoba Remaja Aku Cinta Indonesia) yang digagas bersama kader PAAR bidang NAPZA.
“Melalui program ini, kami ingin anak-anak dan remaja di Desa Bandar Khalipah memahami betapa berbahayanya narkoba, sekaligus menjauhi segala bentuk penyalahgunaannya,” ujar Suparyo, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui sosialisasi, tetapi juga harus dibarengi dengan penyediaan ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang. Oleh karena itu, pemerintah desa aktif berkoordinasi dengan berbagai kelompok masyarakat guna menampung minat dan bakat anak-anak serta remaja.
Beragam kegiatan difasilitasi, mulai dari olahraga seperti sepak bola, pencak silat, badminton, hingga tenis meja. Sementara di bidang seni, tersedia kegiatan seni hadroh dan volksong religi yang turut memperkuat karakter generasi muda.
Selain itu, desa juga mendorong kemandirian melalui pelatihan budidaya ikan air tawar sebagai bekal keterampilan. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani Berkah Sehati bersama kader PAAR yang memberikan pelatihan budidaya ikan lele di kolam terpal di Jalan Benteng Hilir, Dusun XVII.
Para peserta diajarkan mulai dari pengelolaan air, penebaran bibit, hingga perawatan ikan agar tumbuh optimal tanpa mencemari lingkungan.
Tak hanya fokus pada keterampilan, penguatan karakter juga dilakukan melalui kegiatan bela diri. Perguruan Pencak Silat ASAD bekerja sama dengan kader PAAR memberikan pelatihan kepada anak-anak di Aula Masjid Baittul Makmur.
Menurut Suparyo, kegiatan bela diri tidak hanya bertujuan untuk kebugaran, tetapi juga sebagai bekal dalam menjaga diri di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Tujuan kami jelas, menjauhkan anak-anak dari kegiatan negatif seperti narkoba, geng motor, maupun tawuran, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk meraih prestasi,” jelasnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemdes Bandar Khalipah berharap dapat mencetak generasi muda yang sehat, mandiri, berprestasi, serta memiliki daya saing di era globalisasi.












