Lingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Pemko Tanjungbalai Raih Penghargaan BBPSU atas Revitalisasi Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai

24
×

Pemko Tanjungbalai Raih Penghargaan BBPSU atas Revitalisasi Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai

Sebarkan artikel ini

TANJUNGBALAI ,TOPINFORMASI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai bersama Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara atas kontribusi dalam revitalisasi Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai dan pelaksanaan program Penguatan Kompetensi Berbahasa Daerah (PKBD).

Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Penguatan Kompetensi Berbahasa Daerah bagi guru utama Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai dalam program revitalisasi bahasa daerah di Sumatera Utara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Jumat (8/5/2026).

Piagam penghargaan kepada Pemko Tanjungbalai diterima langsung Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, sedangkan penghargaan untuk Dinas Pendidikan diterima Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai Bukhori Ginting Suka.

Penghargaan diserahkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Ketua Tim Pelindungan Bahasa dan Sastra, Agus Bambang Hermanto.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menyampaikan apresiasi atas program revitalisasi bahasa daerah tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai sebagai identitas budaya daerah.

Menurutnya, saat ini Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai hanya digunakan di tiga kecamatan dari total enam kecamatan yang ada di Kota Tanjungbalai.

“Pelestarian bahasa daerah harus menjadi perhatian bersama agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Fadly juga berpesan kepada para guru utama peserta PKBD agar mengikuti kegiatan dengan serius serta mampu membiasakan penggunaan Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai kepada siswa tingkat SD dan SMP di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Agus Bambang Hermanto menyampaikan apresiasi kepada Pemko Tanjungbalai atas dukungan dan sambutan positif terhadap pelaksanaan program revitalisasi bahasa daerah tersebut.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat dapat terus terjalin demi menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *