BerandaBerita UtamaKisah Haru!Dari Tempel Ban dan Cari Barang Bekas, Iskandar Berjuang Antar Putrinya...

Kisah Haru!Dari Tempel Ban dan Cari Barang Bekas, Iskandar Berjuang Antar Putrinya hingga Jadi Sarjana

MEDAN — Tidak ada jas mahal, tidak ada pekerjaan dengan penghasilan besar. Yang ada hanya tangan seorang ayah yang tak pernah berhenti bekerja demi satu impian: melihat putrinya meraih pendidikan setinggi mungkin.

Dialah Iskandar Simanungkalit. Pernah bekerja sebagai tukang tempel ban, Iskandar kemudian beralih menjadi pencari barang bekas. Dari pekerjaan sederhana itulah, ia menapaki hari demi hari sambil membiayai pendidikan putrinya, Rara Simanungkalit.

Sejak Rara duduk di bangku sekolah dasar, Iskandar terus berjuang. Ketika putrinya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada jurusan industri, perjuangan itu justru semakin berat.

Namun Iskandar tidak menyerah.

Terik matahari, lelah mencari barang bekas hingga penghasilan yang tidak selalu menentu, dijalaninya demi satu tujuan. Ia ingin Rara bisa kuliah, menyelesaikan pendidikannya dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Waktu pun akhirnya menjawab perjuangan tersebut.

Rara berhasil menyelesaikan pendidikan di fakultas/jurusan industri hingga meraih gelar sarjana. Momen wisuda menjadi saksi bahwa perjuangan panjang Iskandar tidak sia-sia.

Bagi Rara, gelar sarjana yang diraihnya bukan hanya hasil dari perjuangan dirinya sendiri. Ada sosok ayah yang selama bertahun-tahun bekerja keras di balik pencapaiannya.

Dari menambal ban hingga mengumpulkan barang bekas, Iskandar membuktikan bahwa cinta seorang ayah kepada anaknya tidak diukur dari seberapa besar pekerjaannya, tetapi dari seberapa besar perjuangannya.

Kini, setelah menyandang gelar sarjana, Rara berharap mendapatkan pekerjaan yang baik. Ia ingin bekerja sambil melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Lebih dari itu, Rara juga ingin bekerja agar dapat membantu sang ayah yang selama ini menjadi sosok utama di balik perjalanan pendidikannya.

Kisah Iskandar dan Rara menjadi gambaran bahwa di balik toga seorang sarjana, terkadang ada keringat, pengorbanan dan air mata orang tua yang tak pernah terlihat di ruang wisuda.

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments