Komisi VI DPR RI Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Tol Binjai–Langsa, Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

ACEH , TOPINFORMASI.com

Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang dan proyek pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa, Rabu (22/7/2026), guna memastikan percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memantau perkembangan infrastruktur strategis nasional yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero).

Kunjungan dipimpin Ketua Tim Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama sejumlah anggota dewan. Rombongan meninjau langsung kondisi Huntara yang hingga kini masih ditempati masyarakat terdampak bencana, serta melihat progres pembangunan jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN Hambra, Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management (DAM) Dian Takdir Badrsyah, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, jajaran direksi BUMN Karya, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait.

BACA JUGA  Kodam I/BB Ajak Warga Semarakkan HUT ke-81 TNI Lewat Fun Run 5K

Dalam peninjauan tersebut, Komisi VI DPR RI memastikan fasilitas Huntara tetap layak dihuni oleh masyarakat sembari menunggu penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap).

Andre Rosiade menegaskan, Huntara yang telah digunakan dalam waktu cukup lama mulai mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perhatian serius.

“Hunian sementara yang telah dibangun sudah cukup lama digunakan masyarakat sehingga sebagian mulai mengalami kerusakan. Saya meminta Hutama Karya bersama BUMN Karya lainnya melalui Danantara melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh Huntara dan segera melakukan pemeliharaan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan agar masyarakat tetap dapat tinggal dengan nyaman sambil menunggu pembangunan hunian tetap selesai,” ujarnya.

Usai meninjau Huntara, rombongan melanjutkan kunjungan ke rest area Jalan Tol Binjai–Langsa pada ruas yang telah beroperasi hingga Pangkalan Brandan. Dalam kesempatan itu dipaparkan perkembangan pembangunan koridor tol yang akan menghubungkan Sumatera Utara dan Aceh.

BACA JUGA  BNI Tegaskan Transaksi Nasabah KC Kabanjahe Valid dan Telah Terotorisasi

Saat ini, ruas Binjai–Pangkalan Brandan sepanjang 57,5 kilometer telah beroperasi. Setelah seluruh ruas hingga Langsa rampung, panjang koridor tersebut akan mencapai sekitar 130,7 kilometer sehingga diharapkan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Binjai–Langsa terdiri atas lima seksi, yakni Seksi 1 Binjai–Stabat sepanjang 12,3 kilometer, Seksi 2 Stabat–Tanjung Pura sepanjang 26,2 kilometer, Seksi 3 Tanjung Pura–Pangkalan Brandan sepanjang 19,02 kilometer yang telah beroperasi, Seksi 4 Pangkalan Brandan–Kuala Simpang sepanjang 44,2 kilometer, serta Seksi 5 Kuala Simpang–Langsa sepanjang 29 kilometer.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana pembangunan Jalan Tol Langsa–Aceh Tamiang sebagai kelanjutan koridor JTTS di wilayah Aceh. Ruas ini dinilai memiliki nilai strategis karena selain meningkatkan konektivitas Sumatera Utara dan Aceh, juga mendukung percepatan penanganan bencana di kawasan yang rawan banjir, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang.

BACA JUGA  Pemko Tanjungbalai Tancap Gas Dukung Percepatan Reforma Agraria, Fadly Abdina Hadiri Rakor GTRA Sumut 2026

Keberadaan jalan tol tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilisasi personel, distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan, sekaligus meningkatkan ketahanan jaringan transportasi di wilayah Sumatera bagian utara.

Selain mendukung aspek kebencanaan, koridor Pangkalan Brandan–Langsa juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan jarak tempuh hingga 15,03 persen serta penghematan waktu perjalanan mencapai 51,78 persen, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperlancar arus barang maupun mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Tanjungbalai Tata Kawasan Heritage Jalan Asahan, Wakil Wali Kota Temui Pengusaha Ikan
Apel Ops Patuh Toba 2026 Polres Tanjungbalai, Karendalops Tekankan Keselamatan dan Pelayanan Humanis
Sekda Deli Serdang Lantik Tiga Pejabat Pengawas, Ini Nama dan Jabatan Barunya
Jelang Musda Batubara, Waketum DPD Golkar Ahmad Doli Kurniawan Tanjung Bagikan 500 Paket Sembako
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Catat Kontribusi Nilai Ekonomi Rp1.834,8 Triliun
KASUS PT TSI VS BANK MANDIRI: RION ARIOS DORONG OJK TURUN TANGAN! 54 CEK SENILAI Rp124 MILIAR DIPERSOALKAN, BI DAN LPS JUGA DISOROT
Sekda Buka Festival Seni Qasidah XIX Kota Tebing Tinggi Dan Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya
Gerebek Sarang Narkoba di Multatuli, Pos Siskamling Diduga Jadi Tempat Transaksi Sabu dan Ganja
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:11 WIB

Pemko Tanjungbalai Tata Kawasan Heritage Jalan Asahan, Wakil Wali Kota Temui Pengusaha Ikan

Senin, 2 November 2026 - 16:00 WIB

Apel Ops Patuh Toba 2026 Polres Tanjungbalai, Karendalops Tekankan Keselamatan dan Pelayanan Humanis

Minggu, 1 November 2026 - 09:26 WIB

Sekda Deli Serdang Lantik Tiga Pejabat Pengawas, Ini Nama dan Jabatan Barunya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jelang Musda Batubara, Waketum DPD Golkar Ahmad Doli Kurniawan Tanjung Bagikan 500 Paket Sembako

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Catat Kontribusi Nilai Ekonomi Rp1.834,8 Triliun

Berita Terbaru