Lingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

LSM STRATEGI Soroti Buruknya Pelayanan di Desa Gunung Pane dan Buluh Duri Kecamatan Sipispis

85
×

LSM STRATEGI Soroti Buruknya Pelayanan di Desa Gunung Pane dan Buluh Duri Kecamatan Sipispis

Sebarkan artikel ini

SERGAI,TOPINFORMASI.COM  – Lembaga Swadaya Masyarakat Transformasi dan Transparansi Negeri (LSM STRATEGI) Tebing Tinggi–Serdang Bedagai (Sergai) menyoroti buruknya pelayanan publik serta dugaan ketidaktransparanan penggunaan anggaran di Pemerintahan Desa Gunung Pane dan Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai.

Sorotan tersebut disampaikan usai tim LSM STRATEGI bersama awak media melakukan kunjungan langsung ke Kantor Desa Gunung Pane pada Kamis (23/04/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam kunjungan itu, mereka mendapati kondisi kantor desa yang sepi tanpa kehadiran perangkat desa yang siaga melayani masyarakat.

Tak hanya itu, kondisi kantor dinilai memprihatinkan karena bendera merah putih tidak terpasang di tiang. Situasi tersebut dinilai tidak mencerminkan kantor pemerintahan sebagai pusat pelayanan publik.

Sekretaris DPK LSM STRATEGI, Rustam Effendy, menyampaikan kekecewaannya atas temuan tersebut.

“Ironisnya, kantor desa sepi dan bendera merah putih tidak terpasang. Seperti bukan kantor pemerintah, melainkan rumah warga,” ujarnya kepada awak media di kawasan Tebing Tinggi, Kamis sore.

Menurut Rustam, kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan konfirmasi sekaligus monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025 di Desa Gunung Pane, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat.

Ia mengungkapkan, pemerintah desa diduga tidak memaparkan secara rinci penggunaan anggaran, melainkan hanya secara umum. Hal itu juga terlihat dari banner APBDes yang terpasang di kantor desa.

“Kami sudah mencoba memanggil perangkat desa hingga tiga kali, namun tidak ada jawaban. Saat pintu dibuka, ada seorang wanita di dalam ruangan pelayanan yang tertutup, yang menyampaikan bahwa kepala desa sedang bekerja di kebun,” jelasnya.

Temuan serupa juga didapati di Kantor Desa Buluh Duri yang berjarak sekitar satu kilometer dari Desa Gunung Pane. Saat tim tiba di lokasi, tidak ada perangkat desa yang berada di ruang pelayanan.

Setelah melakukan pengecekan ke bagian belakang kantor, tim menemukan seorang wanita yang mengaku bernama Erna, menjabat sebagai Kaur Pembangunan, yang saat itu sedang memasak. Ia menyebutkan bahwa kepala desa tidak berada di tempat.

“Bu Kades baru saja keluar, tapi saya tidak tahu ke mana,” ujar Erna kepada tim.

Setelah itu, tim LSM STRATEGI melakukan peninjauan ke sejumlah titik pembangunan, seperti jalan rabat beton dan pemasangan paving blok di desa tersebut, serta mendokumentasikan banner APBDes sebagai bagian dari pengumpulan data.

Rustam menegaskan, berbagai temuan di lapangan serta informasi dari masyarakat akan dijadikan sebagai bahan awal untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang oleh kedua kepala desa.

“Sejumlah temuan ini akan kami jadikan bukti awal terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh kedua kepala desa tersebut,” tegasnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *