Motif Pembunuhan Wanita dalam Box Kontainer di Medan Terungkap, Korban Menolak Seks Menyimpang

Motif Pembunuhan Wanita dalam Box Kontainer di Medan Terungkap, Korban Menolak Seks Menyimpang

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

MEDAN,topinformasi.com/  – Misteri pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan yang jasadnya ditemukan di dalam box kontainer plastik di kawasan Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Rahmadani Siagian (20), seorang perantau asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang bekerja di sebuah toko ponsel di Kota Medan.

Kepolisian mengungkap bahwa kasus ini merupakan rangkaian tiga tindak pidana sekaligus, yakni pembunuhan, kekerasan seksual, dan pencurian dengan kekerasan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, peristiwa tragis tersebut bermula dari pertemuan korban dengan tersangka utama berinisial SAN (23).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di TKP ini terjadi tiga jenis tindak pidana. Yang pertama pembunuhan, kedua pencurian dengan kekerasan, dan yang ketiga kekerasan seksual,” ujar Calvijn saat memaparkan pengungkapan kasus di Gedung Rupatama Mapolrestabes Medan, Selasa (17/3/2026).

BACA JUGA  Skandal PETI di PT PSU Madina, Aktivitas Diduga Terorganisir, Pejabat Sumut Bungkam

Berawal dari Janji Pertemuan Lewat Aplikasi

Berdasarkan hasil penyelidikan, pada 9 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, tersangka berkomunikasi dengan korban untuk bertemu setelah berkenalan melalui sebuah aplikasi.

Keduanya kemudian bertemu di depan warung kopi yang tidak jauh dari tempat kos korban. Setelah itu, mereka berbuka puasa bersama di sebuah rumah makan sebelum menuju kamar C4 di salah satu hotel OYO di kawasan Medan Denai.

Di dalam kamar hotel, keduanya sempat melakukan hubungan badan. Namun, saat tersangka kembali mengajak korban untuk melakukan hubungan seksual menyimpang, korban menolak.

“Korban menolak ajakan tersebut. Karena sakit hati dan emosi, tersangka kemudian memiting dan melilit leher korban menggunakan selendang hingga korban tidak berdaya,” jelas Calvijn.

Selain itu, ditemukan luka memar di bagian kepala korban yang diduga akibat benda tumpul hingga menyebabkan korban mengalami pendarahan dari hidung.

BACA JUGA  Proyek Rehabilitasi Puskesmas Helvetia Disorot, Tak Terlihat Papan Informasi

Dalam kondisi korban yang sudah tidak berdaya, tersangka kemudian melakukan tindakan kekerasan seksual. Setelah itu, pelaku juga mengambil barang milik korban berupa handphone dan cincin sebelum meninggalkan lokasi dan menginap di rumah pacarnya.

Jasad Dimasukkan ke Dalam Karung dan Box Kontainer

Keesokan harinya, 10 Maret 2026, tersangka kembali ke hotel untuk memastikan kondisi korban. Ia datang dengan membawa karung goni plastik yang sebelumnya dibeli di sebuah toko pakan burung.

Setelah memastikan korban telah meninggal dunia, tersangka membungkus tubuh korban menggunakan selimut dan sprei hotel, lalu memasukkannya ke dalam karung goni dan selanjutnya ke dalam box kontainer plastik.

Untuk memindahkan jasad korban, tersangka meminta bantuan rekannya berinisial SHR (23). Dengan menggunakan sepeda motor, keduanya membawa jasad korban ke kawasan pinggiran sungai di Jalan Menteng VII, Medan Denai.

BACA JUGA  Penerimaan Mahasiswa Baru Berkeadilan, Kunci Menyelamatkan Ekosistem Pendidikan Tinggi Indonesia

“Dari penemuan tersebut, kami menemukan petunjuk berupa selimut dan sprei bertuliskan nama penginapan OYO, sehingga kami telusuri dan mengarah ke lokasi hotel yang dimaksud,” ungkap Calvijn.

Pelaku Berhasil Ditangkap

Dalam waktu singkat, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap kedua pelaku. Tersangka SAN diringkus di rumah pacarnya di kawasan Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan, sementara SHR diamankan di tempat kosnya di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak.

Kasus ini kini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, termasuk pendalaman terhadap peran masing-masing pelaku serta kelengkapan berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya.

Kapolrestabes menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku atas perbuatan keji tersebut.

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INFO KINI!!Bapeda Medan Buka Layanan Pojok PBB di 21 Kecamatan, Ada Penghapusan Denda
Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser
Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan
Sejumlah Perwira Polri Dikabarkan Diciduk, Mabes Polri: Masih Kami Dalami
Diduga Jadi Kurir 599 Vape Narkoba, Oknum Pegawai Lapas Kelas I Medan Ditangkap di Hotel Jalan Setia Budi
Diduga Dibekingi Oknum Brimob, PT Sumber Makmur Beton Disorot: 12 Karyawan Dipecat Tanpa Pesangon
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:43 WIB

INFO KINI!!Bapeda Medan Buka Layanan Pojok PBB di 21 Kecamatan, Ada Penghapusan Denda

Selasa, 3 November 2026 - 21:56 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 21:41 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 19:20 WIB

Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser

Selasa, 3 November 2026 - 19:10 WIB

Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan

Berita Terbaru