Medan ,TOPINFORMASI.com
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada sopir mobil tangki yang terbukti melakukan pelanggaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memastikan pasokan energi bagi masyarakat Sumatera Utara tetap aman.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perusahaan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu keandalan distribusi BBM.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” kata Kitty dalam keterangan resminya.
Menurutnya, penegakan disiplin tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan. Pertamina memastikan distribusi BBM tetap berjalan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Pertamina juga menyampaikan bahwa kondisi penyaluran BBM di seluruh SPBU di Kota Medan dan sekitarnya kini telah kembali normal. Normalisasi dilakukan setelah terjadi peningkatan konsumsi BBM seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah dan perkantoran yang mendorong mobilitas masyarakat.
Kitty menyebut kebutuhan BBM di Medan meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan rata-rata harian. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina memperkuat kapasitas distribusi.
Upaya yang dilakukan antara lain menambah 10 unit mobil tangki operasional dan 30 unit mobil tangki spot charter. Selain itu, perusahaan juga menambah 34 awak mobil tangki (AMT) dari fuel terminal terdekat serta mendapat dukungan 16 personel Bekangdam.
Pertamina turut mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU selama 24 jam guna mempercepat penyaluran BBM kepada masyarakat.
Berdasarkan data perusahaan, pada 14 Juli 2026 realisasi penyaluran BBM mencapai 104 persen dari target harian. Sebanyak 149 unit mobil tangki dioperasikan atau setara 115 persen dari target operasional yang ditetapkan.
Saat ini, operasional Fuel Terminal Medan disebut telah kembali normal dan distribusi BBM ke seluruh SPBU berlangsung lancar. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan pasokan energi.
“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu percepatan distribusi. Saat ini layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal,” ujar Kitty.



