MEDAN ,TOPINFORMASI.COM
Kesabaran warga Lingkungan 26, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, disebut telah mencapai batas. Maraknya peredaran narkoba yang dinilai semakin meresahkan mendorong ratusan warga mendeklarasikan “perang” terhadap para bandar narkoba yang diduga masih beroperasi di lingkungan mereka.
Deklarasi tersebut digelar usai pelaksanaan Salat Subuh pada Minggu (28/6/2026). Dalam aksi itu, warga membubuhkan tanda tangan pada sebuah spanduk sebagai simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk peredaran narkotika, khususnya sabu, di kawasan tersebut.
Dengan penuh semangat, warga menyuarakan tekad mereka untuk tidak lagi mentoleransi aktivitas peredaran narkoba yang selama ini dinilai telah merusak kehidupan sosial masyarakat.
“Kami akan lawan dan kami siap berperang dengan bandar narkoba. Jangan sampai kami mengetahui keberadaan para bandar sabu di kampung ini,” seru warga secara bersama-sama.
Menurut warga, maraknya peredaran narkoba telah memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari meningkatnya kasus pencurian, aksi tawuran, hingga tindak kejahatan jalanan seperti begal yang melibatkan kalangan remaja.
Yang paling mengkhawatirkan, peredaran narkoba disebut mulai menyasar para pelajar. Warga menuding para pengedar menggunakan berbagai modus, termasuk menawarkan paket hemat, untuk menarik anak-anak muda menjadi pengguna narkotika.
Sebagai bentuk penolakan, deklarasi tersebut ditandatangani oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Amalyatul Huda, kelompok perwiritan bapak-bapak dan ibu-ibu, kepala lingkungan, serta para tokoh masyarakat.
Warga juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Satresnarkoba Polres Pelabuhan Belawan, agar segera mengambil langkah nyata dengan memberantas jaringan peredaran narkoba yang diduga masih bebas beroperasi di wilayah tersebut.
“Kami sudah lelah dengan persoalan narkoba ini. Kami berharap polisi benar-benar hadir dan membersihkan kampung kami. Kepada para bandar, kami peringatkan, jangan jual sabu di kampung kami,” ujar Herman, salah seorang tokoh masyarakat yang disambut dukungan ratusan warga.
Aksi deklarasi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Tanjung Mulia tidak lagi ingin hidup berdampingan dengan peredaran narkoba. Warga berharap komitmen yang telah mereka nyatakan dapat menjadi titik awal lahirnya langkah tegas aparat penegak hukum dalam membongkar jaringan peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya, demi menciptakan lingkungan yang aman serta menyelamatkan masa depan generasi muda.



