Pasokan Semen Dipangkas 50 Persen, Pemko Tanjungbalai Sidak Toko Bangunan

Tanjungbalai ,TOPINFORMASI.COM

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko bangunan menyusul kelangkaan semen yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Akibat pasokan berkurang, harga semen di tingkat pengecer ikut melonjak.

Sidak dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Tajul Abrar dengan mendatangi sejumlah toko bangunan, di antaranya Sinar Buana di Jalan S Parman, Sinar Makmur di Jalan Teuku Umar, serta Tunas Mandiri dan Sinar Family di Jalan Alteri, Senin (6/7/2026).

Tajul Abrar mengatakan hasil sidak menunjukkan pasokan semen dari distributor ke pengecer mengalami penurunan drastis. Jika sebelumnya setiap toko menerima sekitar 1.600 sak semen per pekan, kini jumlahnya hanya sekitar 800 sak.

“Biasanya pengiriman seminggu dua kali, sekarang hanya satu kali. Akibatnya stok berkurang dan harga ikut naik,” ujar Tajul.

Menurutnya, berdasarkan keterangan para pemilik toko bangunan, kendala terjadi di tingkat distributor sehingga pengiriman ke Kota Tanjungbalai tidak berjalan maksimal.

“Kami masih mencari tahu penyebabnya. Informasi dari pemilik panglong, distribusi terkendala pengiriman kapal sehingga pasokan berkurang,” katanya.

Pemko Tanjungbalai, lanjut Tajul, akan berupaya mencari solusi bersama distributor agar distribusi semen kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Keluhan serupa disampaikan para pemilik toko bangunan. Selain pasokan yang terbatas, mereka juga mengaku kesulitan memperoleh stok sehingga harus membeli dari daerah lain dengan harga lebih mahal.

Pemilik Toko Bangunan Sinar Family, Tetty, mengatakan kelangkaan semen sudah berlangsung sekitar dua pekan. Saat ini pasokan dari distributor di Belawan tidak mencukupi kebutuhan toko.

“Sudah dua minggu terakhir susah mendapatkan semen. Kami terpaksa mencari dari Asahan dan Batubara dengan harga yang lebih tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA  Bus KUPJ Terguling di Tol Tebing Tinggi–Indrapura, Tiga Penumpang Luka-luka

Tetty mengaku saat membeli dari luar distributor resmi, jumlah yang diperoleh juga sangat terbatas.

“Kami minta 200 sak, tapi hanya diberi 20 sak. Semen itu nyawa toko bangunan karena menjadi barang utama yang dicari pembeli,” katanya.

Sementara itu, pemilik Toko Bangunan Tunas Mandiri, Hadut, menyebut pengurangan pasokan telah berlangsung sekitar satu bulan. Dari sebelumnya menerima dua truk semen setiap pekan, kini hanya satu truk.

“Pasokan memang berkurang. Dulu seminggu masuk dua truk, sekarang tinggal satu. Karena barang sedikit, harga juga naik hingga sekitar Rp80 ribu per sak,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER