MEDAN, TOPINFORMASI.com– Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, pada Selasa (19/8/2026). Bencana tersebut berdampak pada dua kelurahan, yakni Kelurahan Titi Kuning dan Kelurahan Suka Maju.
Akibat kejadian itu, sebanyak 150 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda. Selain permukiman warga, bangunan SDN 067774 juga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Medan Johor, kerusakan terdiri dari dua rumah rusak berat, 17 rumah rusak sedang dan 121 rumah rusak ringan. Sedikitnya 150 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat bencana tersebut.
Camat Medan Johor, Bachtiar Rivai Nasution, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang warga lanjut usia berusia 71 tahun sempat mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.
“Seorang warga lansia berusia 71 tahun mengalami luka-luka dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati. Korban saat ini telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan di rumah,” ujar Bachtiar, Rabu (19/8/2026).
Tiga Tenda Pengungsian Didirikan
Pemerintah Kecamatan Medan Johor bersama BPBD Kota Medan, Satbrimob dan PDAM Cabang Deli Tua langsung melakukan penanganan terhadap warga terdampak.
Sebanyak tiga unit tenda pengungsian utama telah didirikan sebagai tempat sementara bagi warga yang membutuhkan perlindungan.
Penanganan juga diperkuat dengan satu unit mobil dapur umum dari Satbrimob dan satu unit mobil tangki air bersih dari PDAM Cabang Deli Tua.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji juga mulai disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak.
Tercatat sebanyak 300 bungkus makanan disiapkan untuk makan malam, 400 bungkus untuk makan pagi dan 375 bungkus untuk makan siang.
Hingga Rabu (19/8/2026), proses pendataan warga dan penanganan di lokasi pengungsian masih berlangsung. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
Pemerintah bersama unsur terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga serta dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.













