PendidikanSosialSumatera Utara

Pameran Foto PFI di Plaza Medan Fair, Rekam Jejak Ketangguhan Sumatra Bangkit dari Bencana

×

Pameran Foto PFI di Plaza Medan Fair, Rekam Jejak Ketangguhan Sumatra Bangkit dari Bencana

Sebarkan artikel ini

MEDAN — Pameran foto bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bertajuk “Prahara Pulau Emas” digelar di Atrium Utara Plaza Medan Fair, Lantai 1, Kota Medan, Rabu (19/8/2026).

Pameran yang diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) bersama Yayasan mataWaktu dan PLN tersebut dibuka langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Pembukaan ditandai dengan penandatanganan poster kegiatan oleh Rico Waas bersama Ketua PFI Medan, Riski Cahyadi.

Pameran di Medan menjadi lokasi terakhir dalam rangkaian road show tiga kota yang sebelumnya dimulai di Padang pada 27 Juli 2026.

Sebanyak 68 karya foto dari 48 pewarta foto se-Indonesia dipamerkan. Sementara itu, sebanyak 140 karya dihimpun dalam buku foto. Karya-karya tersebut merekam berbagai peristiwa bencana sekaligus perjuangan masyarakat dan proses pemulihan pascabencana.

Ketua Panitia Pameran, Irsan Mulyadi, mengatakan pameran tersebut bukan sekadar menghadirkan dokumentasi kesedihan akibat bencana. Menurutnya, karya para pewarta foto juga membawa pesan mengenai pentingnya mitigasi, empati, dan semangat untuk bangkit.

“Kita bukan mau bersedih dengan pameran foto ini. Tetapi kita ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa kita hidup di daerah bencana. Kapan saja bencana itu bisa terjadi. Jadi kita harus bisa memitigasi, kita harus bisa berempati,” ujar Irsan.

Ia menegaskan, pesan utama dari pameran tersebut adalah harapan agar masyarakat mampu bangkit setelah menghadapi bencana.

“Bukan kita mau memamerkan tentang kesedihan. Tetapi ada satu harapan yang ingin kita sampaikan kepada publik. Bahwa ini kita harus bangkit,” tegasnya.

Irsan menambahkan, PFI juga aktif memberikan edukasi mengenai fotografi dan jurnalistik kepada sekolah maupun berbagai lembaga. Ia menyebut PFI saat ini memiliki anggota dengan latar belakang akademik hingga jenjang doktor dan magister.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kerja para pewarta foto yang dinilai mampu merekam peristiwa penting melalui kekuatan visual.

“Sebuat foto itu menceritakan ribuan kata. Karena dia di salah satu frame yang tidak bergerak, tapi kita yang bisa memaknainya, bisa menceritakan mungkin panjang lebar dari A sampai Z,” ujar Rico.

Rico mencontohkan salah satu foto yang menampilkan seorang laki-laki mengenakan duster ketika banjir. Menurutnya, foto tersebut dapat menggambarkan situasi masyarakat yang ketika itu masih menghadapi keterbatasan bantuan, termasuk kebutuhan pakaian.

Rico juga mengenang situasi bencana banjir yang terjadi di Medan pada 26 November 2025. Saat itu, ia bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memantau kondisi debit Sungai Deli yang meningkat dengan cepat.

“Ada camat yang bercerita, kami bertahan dua hari Pak. Saya hanya mikirkan anak saya. Anak saya kasih makan pakai Indomie sama air dingin,” kenangnya.

Pemko Medan, kata Rico, siap berkolaborasi dengan PFI dan membuka ruang untuk penyelenggaraan pameran serupa di masa mendatang.

Sementara itu, Korwil PFI Sumatera Utara, Hendra Syamhari, mengatakan “Prahara Pulau Emas” sebelumnya telah diluncurkan dalam bentuk buku foto di Yogyakarta pada 25 Juli 2026.

Rangkaian pameran kemudian dilanjutkan di Istana Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatera Barat, serta Banda Aceh pada 3–8 Agustus 2026.

Hendra mengatakan sejumlah pewarta foto harus meninggalkan keluarga untuk menjalankan tugas jurnalistik di lokasi bencana.

“Ada adik kita, Yudi. Anaknya masih bayi, dia tinggalkan anak dan istrinya naik sepeda motor untuk meliput,” kata Hendra.

Menurutnya, dokumentasi tersebut penting sebagai catatan sejarah agar generasi mendatang mengetahui berbagai peristiwa yang pernah terjadi di Sumatra.

“Besok anak cucu kita akan melihat Sumatra pernah hancur akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Ini sebuah sejarah yang sudah kita torehkan,” ujarnya.

Pameran “Prahara Pulau Emas” turut mendapat dukungan dari Pelindo Multi Terminal, PT Agincourt Resources, dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *