MEDAN — Harga ayam potong di Kota Medan membuat warga kembali mengelus dada. Harga daging ayam yang sebelumnya masih relatif terjangkau kini dilaporkan sempat mencapai Rp50 ribu per kilogram di sejumlah pasar.
Kenaikan harga tersebut pun menjadi keluhan masyarakat. Bahkan, warga melontarkan ungkapan yang menggambarkan betapa mahalnya harga ayam saat ini.
“Ayam sekilo Rp50 ribu, tambah Rp10 ribu lagi dah dapat setengah kilo daging,” ujar seorang warga dengan nada keluhan.
Mahalnya harga ayam membuat sebagian masyarakat terpaksa mengurangi jumlah pembelian. Jika sebelumnya mampu membeli satu kilogram untuk kebutuhan keluarga, kini sebagian warga memilih membeli setengah kilogram atau secukupnya demi menyesuaikan kondisi keuangan.
Kondisi ini tidak hanya dirasakan para ibu rumah tangga, tetapi juga para pelaku usaha kecil yang menjadikan daging ayam sebagai bahan utama dagangan, seperti penjual ayam penyet, nasi ayam, sate hingga usaha kuliner lainnya.
Harga ayam potong di Medan memang sempat menyentuh Rp50 ribu per kilogram pada akhir Agustus 2026. Namun, berdasarkan Sistem Informasi dan Manajemen Pangan (SIMPANG) Kota Medan pada Kamis, 3 September 2026, harga daging ayam ras tercatat berada dalam rentang Rp44 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram, dengan harga rata-rata Rp46 ribu. Meski sedikit turun dari level tertinggi sebelumnya, harga tersebut masih dinilai cukup membebani sebagian masyarakat.
Warga pun berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga bahan pangan, khususnya daging ayam yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.
Sebab bagi masyarakat kecil, kenaikan harga ayam bukan sekadar persoalan angka di pasar. Ketika harga terus merangkak naik, isi keranjang belanja pun semakin sedikit.
“Sekarang belanja harus benar-benar dihitung. Kalau harga bahan makanan terus naik, masyarakat kecil yang paling terasa,” ungkap warga lainnya.


