WBP Leo Disorot, Dugaan Sabu hingga Pod Getar Disebut Beredar di Lapas Binjai

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 10:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

BINJAI — Dugaan peredaran narkotika dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Binjai kembali menjadi sorotan. Sejumlah informasi yang diterima redaksi menyebut seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial Leo diduga terlibat dalam aktivitas jual beli narkotika jenis sabu di dalam lapas.

Tak hanya soal dugaan peredaran sabu, informasi yang diterima awak media juga menyinggung dugaan penggunaan perangkat pod getar oleh Leo bersama sejumlah petugas.

Namun, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan dan keterangan sumber yang belum terverifikasi secara independen. Belum ada bukti yang dapat memastikan keterlibatan Leo maupun petugas dalam tindak pidana sebagaimana informasi yang beredar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Leo Disebut Kerap Gunakan Pod Getar

Seorang WBP yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku pernah melihat Leo menggunakan pod getar bersama sejumlah pegawai Lapas Binjai.

“Leo itu sering terlihat menggunakan pod getar bersama pegawai. Kami sebagai WBP juga melihatnya. Yang menjadi pertanyaan, kenapa sampai sekarang tidak ada tindakan tegas?” ujar sumber kepada awak media.

Sumber tersebut juga mempertanyakan status penanganan Leo. Menurutnya, apabila seorang WBP melakukan pelanggaran berulang, semestinya terdapat tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA  Sidang Prapid di PN Medan Kasus Nangkap Maling Masuk Penjara, Ahli Hukum Pidana Prof. Dr. Maidin Gultom: Secara Hukum, Kasus Ini Lemah dan Layak Dihentikan!

“Kalau memang sudah beberapa kali melakukan pelanggaran, kenapa sampai sekarang masih di sini? WBP lain kalau bermasalah biasanya diproses atau dipindahkan. Kami mempertanyakan apakah ada perlakuan khusus,” katanya.

Dugaan Setoran WBP Ikut Mencuat

Informasi yang diterima redaksi juga memunculkan dugaan adanya praktik setoran dari sejumlah WBP kepada oknum tertentu di lingkungan Lapas Binjai.

Bahkan, sumber menduga uang tersebut disebut-sebut mengalir hingga kepada pimpinan lapas.

“Informasinya ada setoran dari WBP. Kami menduga ada uang yang sampai ke pimpinan. Kalau tidak ada yang membekingi, rasanya tidak mungkin barang seperti narkoba dan pod bisa bebas masuk,” ungkapnya.

Meski demikian, tudingan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Tidak terdapat bukti yang dapat memastikan Kalapas Binjai menerima setoran, mengetahui praktik tersebut, ataupun terlibat dalam aktivitas narkotika. Karena itu, informasi tersebut perlu diuji melalui klarifikasi dan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

HP Disebut Pernah Ditemukan Saat Razia

Sorotan lainnya menyangkut dugaan kepemilikan telepon seluler.

Menurut sumber, Leo disebut pernah kedapatan memiliki handphone saat dilakukan razia oleh jajaran Kanwil.

“HP pernah ditemukan saat razia dari Kanwil. Tapi kabarnya tidak diperiksa secara serius. Ini yang membuat kami bertanya-tanya, sebenarnya ada apa?” ujar sumber.

BACA JUGA  Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, DPC GRIB Jaya Medan Bersama PAC GRIB Jaya Medan Petisah Bagikan 500 Nasi Kotak kepada Masyarakat

Sumber berharap seluruh WBP mendapatkan perlakuan yang sama dalam setiap proses pemeriksaan dan penindakan.

“Kalau memang salah, ya harus diproses sesuai aturan. Jangan karena dekat dengan orang tertentu lalu seolah-olah dilindungi. Kami hanya ingin aturan berlaku sama untuk semua,” katanya.

Dugaan Petugas Masukkan Barang Terlarang

Informasi lainnya menyebut adanya dugaan oknum petugas yang membantu memasukkan barang terlarang ke dalam lingkungan Lapas Binjai.

Jika terbukti, dugaan tersebut tentu menjadi persoalan serius karena pengawasan terhadap masuknya narkotika, telepon seluler, maupun barang terlarang lainnya merupakan bagian penting dari sistem keamanan pemasyarakatan.

Namun, nama-nama petugas yang disebut dalam informasi tersebut belum dapat dipastikan keterlibatannya.

Redaksi juga belum memperoleh bukti independen yang dapat mengonfirmasi tudingan tersebut.

Publik Pertanyakan Pengawasan Lapas

Rangkaian informasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan penindakan di Lapas Binjai.

Jika benar terdapat pelanggaran berupa kepemilikan HP, penggunaan perangkat terlarang, hingga dugaan peredaran narkotika, publik tentu berkepentingan mengetahui langkah yang telah dilakukan pihak Lapas.

BACA JUGA  Pemko Tanjungbalai Raih Penghargaan BBPSU atas Revitalisasi Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai

Begitu pula dengan dugaan adanya praktik setoran maupun keterlibatan oknum petugas. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, pemeriksaan internal maupun penindakan sesuai aturan menjadi penting dilakukan.

Awak Media Upayakan Konfirmasi

Untuk memastikan keberimbangan pemberitaan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Binjai maupun pihak terkait.

Konfirmasi tersebut mencakup dugaan peredaran sabu, penggunaan pod getar, dugaan kepemilikan HP oleh WBP berinisial Leo, penanganan terhadap WBP yang diduga melakukan pelanggaran, serta informasi mengenai dugaan setoran dan keterlibatan oknum petugas.

Pihak Lapas juga diharapkan dapat menjelaskan apakah pernah dilakukan pemeriksaan internal maupun tindakan disiplin terhadap WBP atau petugas terkait informasi tersebut.

Hingga berita ini disusun, pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut belum memberikan klarifikasi.

Redaksi menegaskan, pemberitaan ini merupakan laporan mengenai dugaan dan informasi yang disampaikan sumber, bukan kesimpulan bahwa Leo, petugas Lapas Binjai, maupun Kalapas Binjai telah melakukan tindak pidana.

Setiap pihak yang disebut memiliki hak jawab dan hak koreksi. Redaksi juga tetap menjunjung asas praduga tak bersalah sampai terdapat bukti dan keputusan dari lembaga berwenang.

(Red)

 

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Sampan Nelayan Disambar Petir di Perairan Sergai, Dua Tewas dan Satu Kritis
Polisi Sergap Bandar Sabu di Paya Geli, Lima Paket Sabu Disita
Satreskrim Polres Sergai Ringkus Dua Terduga Bajing Loncat, Kerugian Korban Capai Rp12 Juta
INFO KINI!!Bapeda Medan Buka Layanan Pojok PBB di 21 Kecamatan, Ada Penghapusan Denda
SERGAP!!Pernah Dipenjara 3 Tahun, Residivis Pencurian Ban Serap Mobil Mewah Ditangkap di Medan
Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:06 WIB

Tragis! Sampan Nelayan Disambar Petir di Perairan Sergai, Dua Tewas dan Satu Kritis

Rabu, 4 November 2026 - 19:38 WIB

Satreskrim Polres Sergai Ringkus Dua Terduga Bajing Loncat, Kerugian Korban Capai Rp12 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 13:43 WIB

INFO KINI!!Bapeda Medan Buka Layanan Pojok PBB di 21 Kecamatan, Ada Penghapusan Denda

Rabu, 4 November 2026 - 06:58 WIB

SERGAP!!Pernah Dipenjara 3 Tahun, Residivis Pencurian Ban Serap Mobil Mewah Ditangkap di Medan

Selasa, 3 November 2026 - 21:56 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka

Berita Terbaru