KARO — Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Karo hingga Selasa (1/9/2026).
Gunung Sinabung yang berada di Kecamatan Naman Teran itu kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (31/8/2026), setelah sekitar lima tahun tidak mengalami erupsi. Kolom abu saat erupsi dilaporkan mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.
Dampak erupsi tersebut masih terasa hingga ke kawasan Kota Wisata Berastagi dan wilayah sekitarnya. Abu vulkanik dilaporkan masih beterbangan dan menyelimuti sejumlah kawasan.
Status Naik ke Level III Siaga
Menyusul peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat, pengunjung maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral sejauh 6 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Selain ancaman erupsi dan paparan abu vulkanik, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama apabila terjadi hujan.
Bagi masyarakat yang berada di kawasan terdampak abu vulkanik, penggunaan masker atau pelindung pernapasan dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu.
Warga juga diminta tetap tenang serta mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Berastagi Tetap Beraktivitas
Meski abu vulkanik masih dirasakan di sejumlah wilayah, aktivitas masyarakat di Kota Berastagi hingga Selasa pagi dilaporkan masih berjalan seperti biasa.
Sejumlah sekolah, perkantoran, perbankan, hotel hingga pertokoan masih beroperasi normal.
Salah seorang pelajar SMAN 1 Berastagi, Keno Tarigan, mengatakan hingga saat ini belum ada pemberitahuan mengenai penghentian kegiatan belajar mengajar pascaerupsi.
“Tidak ada imbauan dari guru terkait libur sekolah pasca erupsi Gunung Sinabung semalam,” ujar Keno.
Pantauan di lapangan, sebagian masyarakat terlihat mulai menggunakan masker saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan.
Namun, masih ditemukan sejumlah warga yang beraktivitas tanpa menggunakan pelindung pernapasan meski abu vulkanik masih beterbangan di beberapa lokasi.
Gunung Masih Mengeluarkan Asap
Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, kondisi Gunung Sinabung pada Selasa (1/9/2026) terpantau jelas, meski bagian puncak tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga III.
Asap kawah berwarna putih hingga kelabu teramati keluar dengan intensitas tipis hingga sedang.
Tinggi kolom asap dilaporkan mencapai sekitar 200 hingga 500 meter di atas puncak kawah.
Dengan status Gunung Sinabung yang kini berada pada Level III Siaga, masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta tidak mengabaikan setiap perkembangan aktivitas vulkanik dan tetap mematuhi seluruh rekomendasi dari otoritas kebencanaan.
Erupsi memang telah berlalu, namun ancaman belum sepenuhnya reda. Abu masih beterbangan, Gunung Sinabung masih mengeluarkan asap, dan kewaspadaan warga kini menjadi hal yang tidak bisa ditawar.


