Bulog Sumut Salurkan Beras dan MinyaKita, Harga Mengacu Ketentuan Pemerintah

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

MEDAN , TOPINFORMASI.com— Perum Bulog Sumatera Utara terus memperkuat penyaluran komoditas pangan kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan penugasan pemerintah. Penyaluran tersebut mencakup Bantuan Pangan (Banpang) beras, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta distribusi MinyaKita.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan, hingga Rabu (12/8/2026), stok yang tersedia di antaranya 57 ribu ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 1,2 juta liter MinyaKita.

Untuk program Bantuan Pangan, Bulog Sumut dalam beberapa hari ke depan kembali menyalurkan beras kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total penerima mencapai 1.739.256 PBP dengan kebutuhan beras sekitar 52 ribu ton.

“Bulog menyalurkan sesuai data PBP yang kami terima dari Bapanas. Dari Pemkab dan Pemkot juga sudah ke gudang Bulog untuk mengecek kualitas dan kuantitas berasnya,” kata Budi.

BACA JUGA  Kapolda Sumut Lakukan Penyegaran, Sejumlah Jabatan Strategis di Polrestabes Medan Dirotasi

Ia menjelaskan, proses pengemasan beras terus dilakukan. Masing-masing PBP akan menerima 30 kilogram beras secara gratis yang pengambilannya dilakukan di kantor desa atau kelurahan.

Selain Bantuan Pangan, Bulog Sumut juga terus menyalurkan beras SPHP. Hingga saat ini, realisasi penyaluran mencapai 32.342 ton dari target sekitar 49.043 ton atau 65,95 persen.

Beras SPHP disalurkan melalui pedagang pasar, warung sembako yang telah terdaftar sebagai Rumah Pangan Kita (RPK), Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan TNI/Polri, serta pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/kota.

“Kami terus memperbanyak titik penyaluran beras SPHP dengan harga maksimal sesuai HET Rp13.100 per kilogram. Di depan gudang dan kantor Bulog se-Sumut juga setiap hari tersedia. Silakan datang,” ujarnya.

BACA JUGA  Forwakum Kepulauan Nias Terbentuk dan Siap Dilantik, Ini Susunan Pengurus

MinyaKita Disalurkan Langsung ke Pengecer

Bulog Sumut juga terus memperluas distribusi MinyaKita. Budi menyebutkan, hingga saat ini total MinyaKita yang telah disalurkan mencapai 14,36 juta liter.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,50 juta liter atau sekitar 52 persen disalurkan melalui Pasar Rakyat, baik SP2KP maupun non-SP2KP. Distribusi juga dilakukan melalui warung sembako RPK dan Koperasi Merah Putih.

Budi menjelaskan, seluruh distribusi MinyaKita tercatat dalam sistem SIMIRAH. Bulog bersama ID FOOD mendapat penugasan dari Menteri Perdagangan sebagai Distributor 1 yang membeli MinyaKita dari produsen untuk kemudian menyalurkannya langsung kepada pengecer.

“Distribusi MinyaKita ini tercatat di SIMIRAH. Bulog dan ID FOOD mendapat tugas dari Menteri Perdagangan sebagai Distributor 1, beli MinyaKita dari produsen dan langsung kami distribusi ke pengecer, tidak melalui distributor atau agen lagi,” jelasnya.

BACA JUGA  Pomdam Jaya Periksa 17 Saksi, Prajurit Terkait Kasus Judol Cijantung Ditahan

Ia menegaskan, harga MinyaKita di tingkat pengecer maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

“Kalau di pasar ada yang menjual di atas HET, jangan dibeli. Cari dulu toko berlogo Bulog, harga maksimal Rp15.700 per liter,” tegas Budi.

Menurut Budi, Bulog dan ID FOOD mendapat porsi distribusi sebesar 35 persen dari produksi MinyaKita. Sementara 65 persen lainnya didistribusikan melalui pelaku usaha swasta atau non-BUMN.

Seluruh program penyaluran tersebut, lanjutnya, juga dilaporkan kepada pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Sumatera Utara sebagai bagian dari pelaksanaan penugasan pemerintah.

Bulog Sumut memastikan penyaluran beras dan MinyaKita terus dilakukan dengan mengacu pada ketentuan pemerintah, sekaligus sebagai upaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan harga, dan stabilitas pangan di Sumatera Utara.

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Sampan Nelayan Disambar Petir di Perairan Sergai, Dua Tewas dan Satu Kritis
Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser
Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan
Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Tindak Pelanggar Lalu Lintas di Medan Amplas
Eks Wali Kota Sibolga Ditahan Polda Sumut, Terseret Kasus Korupsi Pasar Ikan Rp22 Miliar
Pimpin Apel Gabungan Pemko Tanjungbalai, Fadly Abdina Tekankan Disiplin ASN hingga Percepatan Realisasi APBD
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:06 WIB

Tragis! Sampan Nelayan Disambar Petir di Perairan Sergai, Dua Tewas dan Satu Kritis

Selasa, 3 November 2026 - 21:56 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 21:41 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 19:20 WIB

Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser

Selasa, 3 November 2026 - 19:10 WIB

Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan

Berita Terbaru