Kenali Empat Program Studi Unggulan Politeknik Agraria STPN, Pendaftaran Taruna Baru Masih Dibuka

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

SLEMAN,TOPINFORMASI.COM

Memilih program studi menjadi salah satu langkah penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit calon mahasiswa yang masih kebingungan menentukan jurusan yang sesuai dengan minat, bakat, dan prospek karier di masa depan.

Bagi lulusan SMA/sederajat yang tertarik pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dapat menjadi pilihan. Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menawarkan empat program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang pertanahan, pengukuran dan pemetaan, tata ruang, serta administrasi pertanahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP)

Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, serta kemampuan analitis yang baik. Mahasiswa akan mempelajari teknik pengukuran tanah, pengolahan data spasial, pemetaan digital, Sistem Informasi Geografis (SIG), fotogrametri, hingga penyajian informasi pertanahan berbasis teknologi.

Taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih program studi tersebut karena memadukan kegiatan lapangan dengan pemanfaatan teknologi modern.

BACA JUGA  Gerebek Sarang Narkoba di Rel Tembung, 6 Orang Diciduk, 3 Residivis

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” ujarnya.

Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP)

Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) cocok bagi calon taruna yang tertarik pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, pelayanan pertanahan, serta pengelolaan data dan administrasi.

Selama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari penataan ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, administrasi data pertanahan, hingga analisis kebijakan agraria dan tata ruang.

Taruni Ayu Hanan Mutia memilih program studi ini karena ketertarikannya terhadap proses perencanaan dan penataan wilayah.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” katanya.

Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT)

BACA JUGA  LP2B Jatim Tembus 87,34 Persen, Menteri Nusron Desak Pemda Integrasikan ke RTRW

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan pemerintahan, Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) menjadi pilihan yang tepat.

Fokus pembelajaran di program studi ini meliputi sistem pendaftaran tanah, manajemen data pertanahan, pelayanan pertanahan elektronik, kebijakan pertanahan, tata kelola administrasi, hingga pengembangan layanan publik yang efektif dan modern.

Rizaldi Secondia Putra mengaku memilih KMPT karena lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan bidang teknis pengukuran.

“Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah, dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi masyarakat,” tuturnya.

Sarjana Terapan Pertanahan

Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga kebijakan pertanahan.

Program studi ini cocok bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan analitis dan minat terhadap regulasi serta hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan tanah sebagai sumber daya strategis.

Taruni asal Karangasem, Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, memilih program studi ini karena sesuai dengan karakternya yang menyukai aktivitas lapangan dan tantangan baru.

BACA JUGA  Kapolda Sumut Silaturahmi ke BNNP, Perkuat Sinergi Berantas Narkoba

“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.

Kuota 350 Taruna Baru

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna yang terbagi dalam tiga jalur seleksi.

Sebanyak 260 kursi dialokasikan untuk jalur umum, 60 kursi untuk jalur tugas belajar atau pegawai negeri sipil yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN, serta 30 kursi melalui jalur kerja sama pemerintah daerah.

Dengan pilihan program studi yang semakin beragam dan spesifik, calon taruna memiliki kesempatan lebih luas untuk memilih bidang pendidikan yang sesuai dengan minat dan rencana karier mereka.

Pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN.

(ril)

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INFO KINI!!Bapeda Medan Buka Layanan Pojok PBB di 21 Kecamatan, Ada Penghapusan Denda
Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser
Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan
Sejumlah Perwira Polri Dikabarkan Diciduk, Mabes Polri: Masih Kami Dalami
Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Tindak Pelanggar Lalu Lintas di Medan Amplas
Eks Wali Kota Sibolga Ditahan Polda Sumut, Terseret Kasus Korupsi Pasar Ikan Rp22 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:43 WIB

INFO KINI!!Bapeda Medan Buka Layanan Pojok PBB di 21 Kecamatan, Ada Penghapusan Denda

Selasa, 3 November 2026 - 21:56 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 21:41 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 19:20 WIB

Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser

Selasa, 3 November 2026 - 19:10 WIB

Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan

Berita Terbaru