Berita Utama & HeadlineInternasional

Iran Terapkan Blokade Selektif di Selat Hormuz, Sejumlah Negara Dapat Izin Melintas

16
×

Iran Terapkan Blokade Selektif di Selat Hormuz, Sejumlah Negara Dapat Izin Melintas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,TOPINFORMASI.COM- Pemerintah Iran kini menerapkan kebijakan pembatasan selektif terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur laut strategis dunia, di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim Windward, sejumlah kapal diketahui berhasil melintasi perairan Iran pada 15–16 Maret 2026 melalui rute yang telah disetujui otoritas Teheran.

“Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit,” demikian isi laporan tersebut.

Melansir Al Jazeera, beberapa negara mendapatkan izin khusus untuk melintas di jalur vital tersebut. Kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan. Kapal jenis Aframax itu menjadi salah satu yang pertama melintasi setelah pembatasan diberlakukan.

Dari India, sedikitnya dua kapal tanker pengangkut LPG juga berhasil melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan tujuan setelah adanya komunikasi bilateral dengan Iran.

Sementara itu, kapal dari Turki turut memperoleh izin setelah melalui persetujuan langsung dari otoritas Teheran, terutama bagi kapal yang sebelumnya berada di dekat perairan Iran.

Iran juga memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal dari China untuk melintasi Selat Hormuz. Namun demikian, dua kapal berbendera China dilaporkan menunda keberangkatan mereka pada Sabtu (28/3), meski belum diketahui alasan pasti penundaan tersebut, dikutip dari Reuters.

Dari kawasan Eropa, sejumlah negara seperti Prancis dan Italia telah mengajukan permintaan serupa. Namun sejauh ini, baru Spanyol yang mendapatkan sinyal positif dari Iran untuk melintasi selat tersebut. Keputusan ini disebut karena Spanyol dinilai mematuhi hukum internasional dan tidak terlibat dalam konflik melawan Teheran, sebagaimana disampaikan melalui pernyataan diplomatik.

Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia juga memperoleh izin. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebut pihaknya tengah mengupayakan pemulangan kapal tanker minyak beserta awaknya agar dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Selain itu, Iran juga dilaporkan mengizinkan kapal dari Rusia, Irak, dan Bangladesh untuk melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan berarti.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa kapal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang dianggap sebagai musuh tetap tidak diperbolehkan melewati jalur tersebut.

Sebelumnya, Iran sempat menutup Selat Hormuz menyusul serangan gabungan AS-Israel. Namun kini, jalur tersebut dibuka secara terbatas bagi negara-negara non-sekutu AS. Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap perdagangan global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati kawasan ini.

Dari Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa dua kapal tanker milik Indonesia telah mendapatkan lampu hijau untuk keluar dari Selat Hormuz. Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyebut komunikasi intensif dengan pihak Iran membuahkan hasil positif.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujarnya di Jakarta, Jumat (27/3).

Perkembangan ini menjadi sorotan dunia karena kebijakan selektif Iran dinilai dapat memengaruhi stabilitas energi global serta dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *