Lingkungan, Sosial & OrganisasiNasionalUncategorized

KSJ Prioritaskan Para Janda Miskin yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

13
×

KSJ Prioritaskan Para Janda Miskin yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Sebarkan artikel ini

Medan,TOPINFORMASI.COM– Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dhuafa dengan memprioritaskan bantuan kepada para janda miskin yang menjadi tulang punggung keluarga. Kegiatan Sedekah Jumat yang digelar pada Jumat (8/5/2026) tersebut menyasar para lansia dan perempuan kepala keluarga yang sehari-hari berjuang mencari nafkah.


Mengikuti amanah dan arahan Pendiri sekaligus Pembina KSJ, Relawan Jurnalis KSJ membagikan bantuan sembako kepada para janda lansia yang berprofesi sebagai penjual sayur keliling, penjual bubur, pedagang jajanan keliling hingga buruh cuci.


Kegiatan yang berlangsung di kediaman Boim selaku Koordinator Gerakan Jumat Barokah itu mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Puluhan janda dhuafa tampak hadir untuk menerima bantuan sembako dari tim relawan KSJ.


Salah seorang warga, Bidan Wati, mengaku kagum dengan konsistensi KSJ dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


“Kalau seandainya kami ingin mendonasikan sedikit harta kami, saya dan keluarga pastinya akan memberikan amanah ke KSJ. Kami melihat dalam memberikan amanah untuk sedekah kepada masyarakat benar-benar tepat sasaran dan inilah yang harus kita dukung,” ujarnya.
Pemberian bantuan kali ini terlihat berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya relawan KSJ mendatangi langsung rumah-rumah dhuafa, kali ini para penerima bantuan diminta datang mengambil sembako sambil tetap menjalankan aktivitas berdagang mereka.


Boim menjelaskan langkah tersebut dilakukan agar para pedagang kecil tetap bisa berjualan tanpa terganggu aktivitasnya.
“Saat ini para penerima sedekah yang datang, karena kami tidak ingin aktivitas jualan mereka terganggu. Jadi kami meminta mereka sambil berdagang bisa mampir dan mengambil sedekah sembako dari KSJ,” jelasnya.
Salah seorang penerima bantuan, Jumiati (56), pedagang sayur keliling di kawasan Mabar, mengaku sangat bersyukur mendapatkan bantuan sembako dari KSJ. Selama tujuh tahun menjadi janda, dirinya harus berjuang menghidupi satu anak kandung dan empat anak angkat yatim piatu.


“Setiap hari saya harus menjadi tulang punggung keluarga. Dengan berjualan sayur memakai sepeda, saya berharap bisa menghidupi dan menyekolahkan mereka. Kalau kita tidak berusaha, harus ke mana lagi mencari nafkah untuk anak-anak. Saya sudah terbiasa hidup susah dan harus tetap disyukuri,” ucap Jumiati dengan haru.


Sementara itu, Pendiri dan Pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis SH MH mengatakan, meskipun saat ini KSJ baru mampu membantu puluhan dhuafa setiap pekannya, dirinya optimistis gerakan sosial tersebut nantinya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat miskin dan anak yatim piatu di seluruh Indonesia.


“Walau saat ini KSJ hanya bisa membantu puluhan dhuafa pada setiap Jumatnya, namun saya percaya nantinya KSJ akan bisa membantu para fakir miskin dan anak yatim piatu di seluruh Indonesia. Itulah janji KSJ,” ungkapnya.


Ia juga berharap seluruh relawan tetap istiqamah menjalankan kegiatan Sedekah Jumat meski dengan kemampuan yang sederhana.
“Saya hanya berharap kepada seluruh relawan, tetaplah melakukan kegiatan Sedekah Jumat walau hanya dengan dua karung beras. Itu akan membuat kita lebih ikhlas dan terbiasa melakukannya,” tegas Ikhwan Lubis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *