Lingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Perkuat Ketahanan Pangan dan Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga

21
×

Perkuat Ketahanan Pangan dan Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga

Sebarkan artikel ini

SURABAYA,TOPINFORMASI.COM  – Memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT Danareksa (Persero) selaku Holding BUMN Danareksa bersama seluruh anggota holding menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menyalurkan 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang dipusatkan di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Program bertajuk “Kurban Berkah Berdayakan Desa” ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan bagi sekitar 3.800 keluarga prasejahtera di tujuh kelurahan ring satu SIER, sekaligus menggerakkan roda ekonomi mikro masyarakat melalui multiplier effect ekosistem kawasan industri.

Penyaluran hewan kurban tersebut merupakan kontribusi kolektif dari klaster inti Holding BUMN Danareksa, yakni PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) (JIEP), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Selain itu, dukungan juga datang dari klaster non-inti yang mencakup PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Nindya Karya, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Danareksa Capital, dan PT Danareksa Finance.

Jumlah hewan kurban yang didistribusikan tahun ini meningkat sekitar 27 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya di Makassar.

Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Ngurah Wirawan mengatakan, ibadah kurban sejatinya merupakan instrumen redistribusi kesejahteraan yang sangat efektif karena mampu menghidupkan rantai ekonomi masyarakat dari berbagai sektor.

“Ibadah kurban sejatinya adalah instrumen redistribusi kesejahteraan yang sangat efektif di mana setiap hewan kurban menghidupkan rantai ekonomi yang panjang, mulai dari peternak, sopir truk, hingga penggerak ekonomi skala kecil seperti pembuat plastik pembungkus. Fenomena backward economy ini sejalan dengan DNA Holding strategis Kawasan Industri di mana kami hadir sebagai lokomotif yang menarik rantai pasok di belakangnya untuk menggerakkan perekonomian kerakyatan,” ujar Ngurah.

Sementara itu, Direktur PT Kawasan Industri Medan (KIM), Daly Mulyana menilai Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

“Iduladha mengajarkan tentang ketulusan dalam memberi dan keberanian untuk berbagi. Kurban menjadi pengingat bahwa keberadaan kita akan semakin bermakna ketika mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain,” tutur Daly.

Melalui kemitraan strategis dengan BAZNAS, inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini juga ditargetkan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan (SDG 1) dan penghapusan kelaparan (SDG 2), sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah.

Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI, Syarifuddin mengapresiasi konsistensi kontribusi Holding BUMN Danareksa sejak tahun 2018 dan memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai standar ketat.

“Kolaborasi ini adalah model ideal kemitraan dunia usaha dan lembaga zakat nasional. Kami memastikan seluruh proses dijalankan sesuai prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” kata Syarifuddin.

Ia menambahkan, seluruh hewan kurban telah lolos uji klinis dan memenuhi kaidah syariat Islam. Dengan pendataan yang presisi, distribusi bantuan dipastikan berjalan secara transparan, adil, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai informasi, PT Kawasan Industri Medan (KIM) merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Holding Danareksa yang dimiliki Pemerintah Pusat melalui BP BUMN dan PT Danareksa (Persero) sebesar 60 persen, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar 30 persen, serta Pemerintah Kota Medan sebesar 10 persen.

Saat ini, PT KIM mengelola sekitar 918 hektare kawasan industri yang meliputi KIM 1 hingga KIM 5 dengan sekitar 600 pelaku usaha, mulai dari skala kecil, menengah, hingga besar. Sebagai pintu barat investasi Indonesia, PT KIM terus meningkatkan layanan kepada seluruh tenant dan pemegang saham sebagai wujud kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *