PEMATANGSIANTAR,TOPINFORMASI.COM
Sedikitnya 200 kios di Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan, Kota Pematangsiantar, hangus dilalap api dalam kebakaran hebat yang terjadi pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Pascakejadian, aparat kepolisian menyiagakan personel untuk mengamankan lokasi dan mengantisipasi kemungkinan aksi penjarahan.
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.40 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Siantar Utara segera diterjunkan ke lokasi dan diperkuat oleh jajaran Polres Pematangsiantar serta personel Brimob.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi kebakaran sekaligus membantu proses evakuasi,” ujar Kapolres, Kamis (18/6/2026).
Selain menjaga keamanan, petugas kepolisian turut membantu para pedagang menyelamatkan barang-barang dagangan yang masih dapat dievakuasi dari kobaran api.
Kapolres menjelaskan, pada pagi hari sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran telah berada di lokasi untuk memadamkan api. Jumlah armada kemudian ditambah menjadi 11 unit karena masih ditemukan titik-titik api yang menyala di balik reruntuhan bangunan pasar.
“Pada pagi hari, sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi dan terus bertambah hingga 11 unit karena masih ditemukan titik-titik api di balik reruntuhan bangunan,” katanya.
Meski menghanguskan ratusan kios milik pedagang, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, nilai kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan dan penghitungan oleh pihak terkait.
Setelah api berhasil dipadamkan, aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar area pasar guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan proses pembersihan puing-puing bangunan serta pendataan korban berjalan aman dan tertib.
Menanggapi isu yang beredar mengenai dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut, Kapolres meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi. Ia menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.
“Tim Identifikasi (Inafis) telah kami turunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Seluruh informasi, kesaksian warga, dan petunjuk di lapangan sedang dikumpulkan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran,” tegasnya.
Hingga Kamis siang, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan pascakebakaran di salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Pematangsiantar tersebut.



