MEDAN , TOPINFORMASI.com
Tim gabungan dari Polrestabes Medan, Laboratorium Forensik (Labfor), Brimob, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyimpulkan penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, adalah detonasi gas metana.
Kesimpulan sementara tersebut diperoleh setelah tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Rabu (22/7/2026), yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Calvijn Simanjuntak mengatakan proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dengan memeriksa bagian luar bangunan hingga seluruh lantai rumah, termasuk area rooftop.
“Investigasi bersama ini dilakukan melalui olah TKP mulai pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB,” ujar Calvijn.
Ia menjelaskan, sejumlah barang bukti telah diamankan untuk mendukung proses penyelidikan. Meski demikian, hasil investigasi tersebut masih bersifat sementara karena olah TKP akan kembali dilanjutkan pada Kamis (23/7/2026).
“Hasil investigasi awal ini belum final karena kami masih akan melanjutkan olah TKP besok bersama tim Labfor dan PGN,” katanya.
Sementara itu, Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumatera Utara AKBP Roy Tenno Siburian menyampaikan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya akumulasi gas metana di dalam rumah yang kemudian terpicu hingga menyebabkan ledakan.
“Hingga saat ini kami menyimpulkan penyebab ledakan yang terjadi adalah detonasi gas metana,” ujarnya.
Temuan tersebut diperkuat hasil pemeriksaan tim PGN. General Manager Regional 1 PGN Andi Sangga mengatakan pihaknya menemukan kandungan gas metana di beberapa titik di dalam bangunan.
“Tim kami di lapangan juga menemukan kandungan gas metana di beberapa lokasi dalam rumah. Selanjutnya kami mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan Polri,” kata Andi.
Kesimpulan bersama tersebut sekaligus memperjelas penyebab ledakan yang sebelumnya sempat memunculkan perbedaan penjelasan antara kepolisian dan PGN.
Pada tahap awal penyelidikan, polisi sempat menduga ledakan berkaitan dengan kebocoran pipa gas bawah tanah. Namun, PGN menyatakan hasil pemeriksaan terhadap jaringan pipa gas bumi di sekitar lokasi tidak menemukan indikasi adanya kebocoran.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan sumber gas metana yang memicu ledakan tersebut serta mengungkap secara menyeluruh rangkaian penyebab insiden yang menewaskan tiga orang itu.



