MEDAN, TOPINFORMASI.com— Temuan vape yang diduga mengandung narkotika di Helen’s Night Mart menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan aparat penegak hukum (APH). Peredaran barang terlarang di lingkungan tempat hiburan malam tersebut memunculkan pertanyaan besar: bagaimana narkotika bisa masuk dan beredar jika pengawasan benar-benar berjalan?
Kasus ini dinilai tidak boleh berhenti pada penangkapan individu yang diduga sebagai pelaku. Rantai peredaran harus dibongkar dari hilir hingga hulu, termasuk mengusut dari mana vape narkoba tersebut diperoleh, siapa pemasoknya, bagaimana barang itu bisa masuk ke lokasi, serta apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran lain dalam pengelolaan tempat usaha.
Desakan agar Helen’s Night Mart ditutup permanen pun mencuat apabila pemeriksaan aparat nantinya menemukan pelanggaran berat terhadap ketentuan perizinan maupun bukti bahwa tempat tersebut menjadi lokasi yang memungkinkan terjadinya peredaran narkotika. Bila ditemukan unsur pidana, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum.
JANGAN CUKUP TANGKAP PENJUAL!
Publik menunggu keberanian aparat untuk membongkar seluruh jaringan di balik peredaran vape narkoba tersebut. Jangan sampai penindakan hanya berhenti pada pelaku lapangan, sementara pemasok dan pihak lain yang diduga memiliki peran justru tidak tersentuh.
Aparat perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap aktivitas di lokasi, termasuk memeriksa sistem pengawasan, asal barang, pihak yang memiliki akses terhadap area usaha, serta kemungkinan adanya pihak yang mengetahui atau membiarkan peredaran narkotika.
Jika dalam proses hukum terbukti terdapat kesengajaan, pembiaran, atau kelalaian yang memenuhi unsur pelanggaran pidana, maka proses hukum harus dilakukan terhadap pihak yang bertanggung jawab.
PEMKO MEDAN DIMINTA BERTINDAK TEGAS
Pemko Medan juga didesak tidak menutup mata. Seluruh dokumen perizinan dan kepatuhan operasional Helen’s Night Mart perlu dievaluasi. Bila ditemukan pelanggaran administratif, sanksi harus dijatuhkan sesuai ketentuan.
Bila pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan tindak pidana, penanganannya harus diserahkan kepada aparat berwenang untuk diproses berdasarkan bukti dan hukum yang berlaku.
Masyarakat tentu tidak ingin tempat hiburan berubah menjadi ruang yang memungkinkan peredaran narkotika. Karena itu, kasus Helen’s Night Mart harus menjadi momentum untuk memperketat pengawasan seluruh THM di Kota Medan.
Pesannya jelas: narkotika tidak boleh diberi ruang. Jika ada tempat usaha yang terbukti menjadi bagian dari rantai peredaran narkotika, jangan hanya pelakunya yang ditindak—seluruh mata rantainya harus dibongkar.





